BOALEMO — Pemerintah Kabupaten Boalemo menegaskan komitmennya dalam menghidupkan syiar Islam melalui kebijakan yang menyentuh langsung kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung Baiturrahmah, Bupati Rum Pagau mengeluarkan instruksi tegas agar seluruh pegawai meninggalkan pekerjaan saat azan berkumandang.
“Saya sampaikan kepada seluruh OPD, ketika sudah berkumandang azan, seluruh aktivitas dihentikan. Tinggalkan semua pekerjaan, walaupun itu rapat, dan langsung ke masjid,” ujar Rum di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta para pemangku adat yang hadir.
Rum menegaskan peringatan Maulid tidak boleh berhenti pada seremonial semata. Momentum kelahiran Rasulullah harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani sifat-sifat mulia dan menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya salat lima waktu yang merupakan perintah langsung dari Allah swt.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad secara tradisional ini, mari kita laksanakan ajaran-ajaran beliau, terutama salat yang diperintahkan langsung oleh Allah swt,” kata Rum.
Instruksi tersebut sekaligus menjadi pengingat di tengah kondisi musim kemarau yang tengah melanda wilayah Boalemo. Rum mengajak masyarakat meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk ketaatan dan ikhtiar spiritual menghadapi kondisi cuaca yang sedang berlangsung.
“Kalau salat kita sempurna dalam lima waktu dan kita laksanakan dengan baik, insya Allah segala sesuatu yang kita minta, Allah akan ijabah,” tuturnya.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Agung Baiturrahmah turut dihadiri Wakil Bupati Lahmudin Hambali, Sekretaris Daerah Nurdin Baderan, Ketua TP PKK Hartati Moha Pagau, Wakil Ketua TP PKK Rina Sarkam Hambali, serta unsur Forkopimda. Kehadiran para pemangku adat dalam acara ini menunjukkan eratnya hubungan antara tradisi lokal dan nilai-nilai keislaman di Kabupaten Boalemo.