BPBD Gorontalo Sebut Pembakaran Lahan Jadi Pemicu Utama Karhutla, Ratusan Titik Api Terdeteksi Sejak Juli

Penulis: Ragil  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:16:01 WIB
Petugas BPBD memantau titik api karhutla yang terdeteksi di sejumlah wilayah Gorontalo sejak Juli hingga Agustus.

GORONTALO — Ratusan titik api melanda sejumlah wilayah di Gorontalo selama musim kemarau tahun ini. Kondisi ini memaksa BPBD setempat untuk merilis data terkini terkait penyebab karhutla yang terus berulang.

Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, mengungkapkan akumulasi titik api dari Juli hingga Agustus telah menembus angka seratusan kejadian. Informasi dari BMKG menunjukkan hampir setiap hari terdapat dua puluhan titik panas yang terdeteksi.

Pembakaran Lahan dan Kelalaian Warga Picu Bencana

Berdasarkan pemantauan lapangan, BPBD mengidentifikasi tiga faktor utama yang menjadi pemicu karhutla. Faktor paling besar disumbang oleh aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara membakar.

"Jadi masih rata-rata diakibatkan oleh adanya pembukaan lahan secara membakar," jelas Tahir kepada awak media pada Senin (24/08/2026).

Selain itu, kelalaian warga yang membuang putung rokok sembarangan turut memperparah situasi. Hal ini dinilai sangat berisiko, terutama di kawasan yang mengalami kekeringan seperti area pepohonan bulu.

"Kemudian yang ditambah lagi ada penyebabnya dari kebakaran membakar sampah. Membakar sampah ini juga bisa menyebabkan kebakaran lahan, apalagi tidak diawasi," sambungnya.

Puluhan Hektare Lahan Hangus, Dua Kabupaten Terdampak Parah

Dampak dari ketiga pemicu tersebut sudah dirasakan langsung. BPBD mengkalkulasi kerugian lahan yang terbakar telah mencapai puluhan hektare di seluruh Provinsi Gorontalo.

Kabupaten Bone Bolango menjadi wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi. Tercatat sudah sekitar 50 kali kejadian kebakaran dilaporkan dari daerah ini hingga hari ini.

"Nah di Kabupaten Gorontalo sendiri yang paling sering terjadi itu adalah di wilayah sepanjang GORR. Itu karena mungkin daerahnya agak kering, kemudian masyarakatnya membuka lahan secara membakar," tutup Tahir.

Wilayah sepanjang jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) disebut sebagai titik rawan karena kondisi lahannya yang kering serta tingginya aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat setempat.

Reporter: Ragil
Sumber: dulohupa.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top