Afterworld Resmi Diumumkan, Paradox Rambah Setting Post-Apocalyptic ala Fallout

Penulis: Saiful  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:31:31 WIB
Paradox Development Studio resmi memperkenalkan game strategi terbarunya, Afterworld, melalui trailer perdana di Gamescom Opening Night Live.

GORONTALO — Paradox Development Studio akhirnya buka kartu. Setelah bocor sehari sebelumnya, Afterworld resmi diperkenalkan lewat trailer perdana di Gamescom Opening Night Live. Ini pertama kalinya dalam satu dekade terakhir Paradox meninggalkan setting historis dan luar angkasa, beralih ke dunia post-apocalyptic yang kental nuansa Fallout dan Mad Max.

Game ini digarap oleh tim yang dipimpin Dan Lind, mantan game director Hearts of Iron 4. Pemain akan mengendalikan sekelompok penyintas yang mencoba menaklukkan reruntuhan benua Amerika Utara. Bukan cuma soal perang, Afterworld menuntut pemain mengelola kebutuhan dasar seperti makanan dan air sebelum bisa membangun peradaban baru.

Bukan Sekadar Strategi Biasa, Ada Elemen Survival dan RPG

Salah satu pembeda utama Afterworld dari judul Paradox lain adalah sistem "Ancients"—pemimpin abadi yang selamat dari kehancuran dunia. Mereka memanfaatkan teknologi masa lalu yang terlupakan untuk memperebutkan sisa-sisa kekuasaan. Kehadiran mereka bisa menjadi ancaman serius di tengah perjalananmu.

Meski mengendalikan suku, bukan individu, Afterworld tetap meminjam DNA Crusader Kings. Pemain bisa mendirikan agama baru, menyusun hukum, hingga memanfaatkan teknologi pra-kehancuran seperti robot laba-laba raksasa yang tampil di trailer. Konvoi juga bisa dibentuk untuk membuka rute dagang dan jalur suplai, atau kamu bisa tinggalkan kampung halaman dan hidup sebagai nomaden atau raider.

Pohon Teknologi Unik: Belajar dari Pengalaman, Bukan Menu Statis

Fitur paling menarik justru ada di sistem ideas tree—versi pohon teknologi ala Afterworld. Berbeda dari game strategi lain yang menampilkan seluruh tree di awal, pohon ini terungkap lewat eksplorasi. Ketika suku menemukan sungai, kamu akan belajar teknik irigasi. Saat bertemu suku lain yang punya agama, ide soal organisasi keagamaan terbuka.

Elemen prosedural bikin tiap playthrough terasa beda. Terrain dan geografi tetap, tapi suku, sumber daya, dan bahaya yang muncul akan diacak. Artinya, kamu selalu bisa menemukan sungai untuk membuka irigasi, tapi pengalaman lain sepenuhnya bergantung pada keberuntungan dan keputusanmu.

Pernyataan Resmi dan Arah Baru Paradox

"Afterworld adalah setting non-historis pertama Paradox dalam satu dekade, dan saya tidak sabar melihat cerita seperti apa yang akan dibuat para pemain," ujar Dan Lind dalam pernyataan resmi. "Ini dunia pertama yang kami bangun dari nol dalam waktu lama, dan yang pertama kami hancurkan sebelum game dimulai. Dunia lama masih tersisa dalam pecahan-pecahan, menunggu untuk ditemukan. Apa yang terjadi setelahnya sepenuhnya terserah pemain."

Keputusan Paradox mengambil setting post-apocalyptic terbilang berani. Banyak penggemar sempat berharap studio ini membuat game fantasi ala Stellaris, tapi genre 4X fantasi sudah terlalu ramai. Afterworld justru menawarkan angin segar di sub-genre grand strategy yang jarang tersentuh tema kehancuran dunia.

Kami sempat mencoba langsung Afterworld beberapa pekan lalu, dan preview lengkap akan segera menyusul di kanal ini. Belum ada tanggal rilis resmi yang diumumkan, tapi dengan status development yang sudah memasuki tahap playable, kemungkinan besar Paradox akan membagikan kabar lebih detail dalam beberapa bulan ke depan.

Reporter: Saiful
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top