GORONTALO — Laju inflasi pada kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan di Kabupaten Gorontalo menunjukkan tren melambat. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi sektor ini pada Mei 2026 tercatat hanya 0,18% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Angka tersebut merosot drastis jika dibandingkan dengan inflasi pada April 2026 yang berada di level 1,2%. Perlambatan ini mengindikasikan bahwa tekanan harga pada kebutuhan komunikasi dan layanan keuangan warga mulai mereda.
Meskipun inflasi bulanan melambat, BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk sektor ini justru naik. IHK informasi, komunikasi, dan jasa keuangan di Kabupaten Gorontalo berada di angka 102,7 pada Mei 2026, lebih tinggi dari posisi 102,52 pada bulan sebelumnya.
Dalam skala tahunan, sektor ini justru mengalami deflasi. Jika dibandingkan dengan Mei 2025, inflasi kelompok ini turun 0,1% secara year on year (yoy). Sementara itu, secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/ytd), pengeluaran warga di sektor ini telah tumbuh 2,69%.
Dari total inflasi 0,18% yang tercatat, BPS merinci bahwa subkelompok peralatan informasi dan komunikasi menjadi penyumbang utama dengan inflasi mencapai 0,69%. Angka ini menunjukkan bahwa kenaikan harga paling signifikan terjadi pada barang-barang seperti ponsel, komputer, atau perangkat pendukung komunikasi lainnya.
Secara keseluruhan, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan menempati urutan ketujuh dari 11 kelompok inflasi yang diukur BPS di Kabupaten Gorontalo pada periode yang sama.
Dari 116 kabupaten/kota yang disurvei BPS, inflasi sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tertinggi tercatat di angka 0,45% dengan IHK sebesar 100,26. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul dengan angka deflasi 0,57% dan IHK 101,42.
Kabupaten Gorontalo sendiri menempati urutan ke-80 secara nasional. Posisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di sektor tersebut masih lebih rendah dibandingkan mayoritas daerah lain di Indonesia.