Cerita Agus, dari Sekuriti hingga Punya 20 Pintu Kos-kosan Berkat Kredit Bunga 6 Persen BRI

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 20:00:01 WIB
Agus memulai bisnis kos-kosan setelah mendapatkan pinjaman KPP BRI bunga 6 persen.

GORONTALO — Kisah Agus bermula dari keterbatasan. Di awal 2000-an, ia kesulitan membiayai sekolah dua anaknya. Pekerjaan sebagai sekuriti yang ia geluti saat itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan. “Saya sempat bingung, akhirnya nekat ngojek dulu,” kenangnya kepada AKURAT.CO.

Setelah memiliki penghasilan tetap, Agus mulai menyusun rencana. Ia sadar, jalan keluar dari jerat ekonomi adalah membangun aset produktif. Ide untuk membangun kos-kosan pun muncul. Pada 2013, ia diperkenalkan dengan seorang mantri BRI Rawa Belong. Pinjaman pertama Rp100 juta cair, dan ia langsung membangun kontrakan di Kampung Rawa II, Kebon Jeruk, serta Ciledug.

Bisnis Kos-kosan Berkembang, Omzet Tembus Rp60 Juta

Usaha Agus berkembang pesat. Ia tak hanya menyewakan kamar, tetapi juga mulai jual-beli rumah. “Ada yang minat, saya jual. Saya belikan tanah di Karang Tengah, Ciledug. Kalau laku dijual, kalau tidak laku saya kontrakin,” ujarnya.

Saat ini, harga sewa kos-kosannya bervariasi, mulai Rp500 ribu hingga Rp2,3 juta per bulan. Bisnisnya pun melebar ke agen sembako, pangkalan LPG, hingga perkebunan pisang dan cabai rawit seluas 8 hektare di Sukabumi. Total pendapatan dari semua usaha itu mencapai lebih dari Rp60 juta per bulan.

Sepanjang 2013 hingga 2026, Agus tercatat telah meminjam total sekitar Rp500 juta dari BRI. Pinjaman terbaru yang ia nikmati adalah Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp100 juta dengan tenor 24 bulan.

KPP BRI: Bunga 6 Persen, Tanpa Agunan, Cicilan Lebih Ringan

Yang membuat Agus bersemangat adalah skema KPP yang dinilainya sangat meringankan. “Bunganya cuma 6 persen, lebih ringan karena disubsidi pemerintah 5 persen. Dulu pinjam Rp100 juta tenor 24 bulan cicil Rp5,1 juta, sekarang cuma Rp4,4 juta. Tanpa agunan pula,” jelasnya.

Pinjaman itu ia gunakan untuk membangun 6 pintu kos-kosan baru. Dengan asumsi terisi penuh seharga Rp1 juta per pintu per bulan, pendapatan dari unit baru itu sudah lebih dari cukup untuk menutup cicilan bulanan.

Informasi soal program ini ia dapat dari mantri BRI langganannya, Eko. “Dia bilang, ‘Pak, ini ada program KUR baru.’ Saya bilang lagi bangun kos-kosan. Ya sudah, cairlah,” cerita Agus.

Skema Baru untuk Usaha Properti, Target 3 Juta Rumah

Regional Micro Banking Head BRI RO Jakarta 3, Oloan Susanto Nasution, menjelaskan bahwa KPP merupakan pengembangan dari KUR yang diluncurkan akhir 2025. Program ini dirancang untuk mengakselerasi target 3 juta rumah pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Yang unik, nasabah yang sudah layak dapat kredit komersial seperti Kupedes, kini tetap bisa menikmati KPP. Padahal sebelumnya mereka sudah tidak eligible untuk KUR,” ujar Oloan.

Meski tanpa agunan, penerima KPP telah melalui kurasi ketat. Syaratnya, usaha sudah berjalan minimal 6 bulan dan menguntungkan. Plafon pinjaman mulai Rp10 juta hingga Rp500 juta, dengan tenor maksimal 5 tahun. “Dasarnya tetap usaha produktif, khususnya properti seperti kos-kosan atau upgrade tempat usaha,” pungkas Oloan.

Reporter: Sutomo
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top