GORONTALO — Laga di Seattle itu menjadi penentu nasib kedua tim. Qatar, yang sudah dipastikan tersingkir sejak matchday sebelumnya, tidak mampu membendung ambisi Bosnia yang butuh kemenangan. Gol spektakuler gelandang muda Kerim Alajbegovic pada menit ke-29 menjadi pembeda sekaligus pemicu kepercayaan diri tim asuhan Sergej Barbarez.
Menerima bola sekitar 30 meter dari gawang, Alajbegovic melewati tiga pemain Qatar sebelum melepaskan tembakan keras yang meluncur deras ke sudut atas gawang. Tendangan itu tak mampu dijangkau kiper Qatar dan membuat skor berubah 1-0.
Gol tersebut membuka pertahanan Qatar yang sebelumnya cukup rapat. Bosnia menggandakan keunggulan sebelum babak pertama usai melalui skema serangan balik cepat, memanfaatkan celah di lini belakang lawan yang mulai kehilangan konsentrasi.
Qatar mencoba memperbaiki permainan di babak kedua. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan lewat sundulan pemain pengganti pada menit ke-55, memanfaatkan sepak pojok yang tak sempurna diantisipasi barisan belakang Bosnia.
Namun, Bosnia langsung merespons. Lima menit berselang, striker mereka mencetak gol ketiga melalui tendangan jarak dekat setelah umpan silang dari sisi kanan tidak mampu dibersihkan bek Qatar. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan empat poin, Bosnia-Herzegovina menempati posisi ketiga klasemen akhir Grup B. Mereka kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk lolos sebagai peringkat ketiga terbaik, mengingat beberapa grup lain masih menyisakan satu pertandingan.
Kepastian akan diketahui setelah seluruh laga fase grup rampung. Jika berhasil masuk ke jajaran empat tim peringkat ketiga dengan rekor terbaik, Bosnia akan melaju ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2014.
Bagi Qatar, kekalahan ini memastikan langkah mereka terhenti di fase grup. Turnamen di Amerika Serikat menjadi ajang kedua bagi Qatar setelah tampil sebagai tuan rumah pada edisi 2022, namun kali ini mereka gagal meraih satu pun kemenangan.
Hasil ini menjadi evaluasi besar bagi Federasi Sepak Bola Qatar. Investasi besar di tim nasional belum membuahkan hasil signifikan di pentas dunia, setidaknya untuk edisi kali ini.