Wagub Gorontalo Idah Syahidah Ajak Masyarakat Jadi Bagian Gerakan BERLIAN untuk Lindungi Anak dari Kekerasan dan Perundungan

Penulis: Saiful  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 14:31:01 WIB
Wagub Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan ajakan Gerakan BERLIAN dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di SMA Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo.

GORONTALO — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo tidak hanya diisi seremonial. Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie memanfaatkan momen itu untuk meluncurkan ajakan konkret: menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan bersama yang diberi nama BERLIAN (Bersama Lindungi Anak).

Apa Itu Gerakan BERLIAN yang Digaungkan Wagub Gorontalo?

Idah menjelaskan, BERLIAN bukan sekadar akronim. Gerakan ini dirancang untuk mengikat seluruh pihak—keluarga, satuan pendidikan, dunia usaha, media massa, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah—dalam satu komitmen perlindungan anak.

“Mari kita jadikan semangat Hari Anak Nasional sebagai gerakan bersama. Saya mengajak seluruh Pemerintah Provinsi Gorontalo, masyarakat, dan anak-anak di Provinsi Gorontalo menjadi bagian dari Gerakan BERLIAN,” ujar Idah dalam sambutannya.

Anak Jangan Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan

Dalam kesempatan itu, Wagub Idah memberikan pesan khusus kepada anak-anak Gorontalo. Ia meminta mereka tidak takut menyampaikan jika mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.

“Apabila kalian mengalami kekerasan atau melihat teman menjadi korban, segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya atau menghubungi layanan SAPA 129. Pemerintah akan selalu hadir memberikan perlindungan dan pendampingan bagi anak-anak,” tegasnya.

Idah mengingatkan setiap anak berhak merasa aman di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital. Ia juga menekankan hak anak untuk berteman tanpa memandang perbedaan.

Peringatan HAN ke-42: Dari SMA hingga Makan Tililaya

Peringatan HAN ke-42 tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” berlangsung di SMA Negeri 1 Limboto dan Hotel Elizabeth, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Gorontalo.

Turut hadir Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Kepala Dinas PPPA dr. Yana Yanti Suleman, Kacab Bank SulutGo Limboto, kepala sekolah, guru, serta para pelajar.

Salah satu momen unik dalam peringatan tahun ini adalah makan bersama tililaya. Pemerintah Provinsi Gorontalo mengangkat tililaya sebagai simbol kecintaan terhadap budaya dan pangan lokal. Kegiatan ini diharapkan menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya Gorontalo sekaligus memperkenalkan pangan lokal bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Perlindungan Anak: Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Pemerintah

Idah menegaskan perlindungan anak tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah semata. Peran keluarga sebagai pelindung pertama dan utama harus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia menyebut, seluruh pihak harus memastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, hingga perundungan—baik di lingkungan sekitar maupun ruang digital.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Idah.

Reporter: Saiful
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top