Kepala Kesbangpol Bone Bolango Minta Pemuda Berani Kritik Pembangunan, Kritik Tajam Dianggap Bentuk Cinta Daerah

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 02 September 2026 | 13:54:01 WIB
Pemuda Bone Bolango mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan yang dibuka oleh Safri mewakili Bupati di Hotel Rahmat Indah, Kota Gorontalo, Rabu (2/9/2026).

BONE BOLANGO — Kegiatan Wawasan Kebangsaan yang digagas Aliansi Pemuda Bone Bolango berlangsung di Hotel Rahmat Indah, Kota Gorontalo, Rabu (2/9/2026). Acara itu dibuka oleh Safri atas nama Bupati Bone Bolango Ismet Mile yang tak bisa hadir karena mengikuti agenda kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran pada musim kemarau. Sekretaris Daerah Bone Bolango pun tengah mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional Tingkat I di Jakarta.

"Untuk membangun negeri tentunya tidak terlepas dari adanya dukungan, partisipasi, dan peran aktif pemuda untuk memberikan sumbangsih pemikiran, tenaga, ide, dan lain-lain," ujar Safri di hadapan para peserta.

Pemerintah Butuh Suara Pemuda untuk Melihat Kebijakan yang Luput

Safri mengaku pemerintah daerah justru merindukan kritik dari anak muda. Menurutnya, banyak persoalan yang mungkin luput dari pandangan birokrasi, sehingga kepekaan pemuda sangat membantu.

"Kami sangat rindu dengan kritik-kritik dari para pemuda," tegasnya.

Ia menyadari, kritik yang disampaikan generasi muda kerap terdengar tajam. Namun, nada itu tidak mesti dimaknai sebagai perlawanan terhadap pemerintah. "Kritik dari pemuda ini kami sadari, di situ kritiknya pedas, tetapi intinya cinta. Mereka mengkritik bukan karena marah, tetapi karena cinta pada negeri," tuturnya.

Kritik yang Ideal Bukan Sekadar Keluhan, tapi Disertai Solusi

Menurut Safri, kritik yang murni tidak berhenti pada persoalan yang disampaikan. Pemuda juga harus mampu menawarkan gagasan dan jalan keluar yang bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah.

"Ending-nya sebentar nanti akan lahir pemikiran-pemikiran yang mungkin bisa diberikan kepada pemerintah daerah dalam bentuk rekomendasi," ujarnya.

Ia menegaskan, pemuda tidak bisa hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam agenda pembangunan. Partisipasi aktif mereka perlu diwujudkan dalam pemikiran konkret, bukan sekadar kehadiran pada forum-forum seremonial. Dengan begitu, kontrol sosial dari pemuda menjadi energi positif untuk mendorong pelayanan publik dan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Ruang Kritik Bukan Sekadar Simbol Keterbukaan

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap muncul gag

Reporter: Sutomo
Sumber: otanaha.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top