GORONTALO — CEO Rivian RJ Scaringe memastikan crossover R3 akan dijual dengan harga "materially lower" atau jauh lebih murah dibanding R2, dan model lanjutan R4 akan menekan harga lebih rendah lagi. Pernyataan itu disampaikan Scaringe dalam wawancara Corner Office dengan The New York Times akhir pekan lalu, tanpa menyebut angka pasti. Ini sinyal paling jelas bahwa Rivian berniat menyusun lini produknya turun ke segmen pasar massal setelah peluncuran R2.
Dalam wawancara tersebut, Scaringe ditanya apakah Rivian sedang mengerjakan model yang lebih murah dari R2. Ia menjawab dengan nada bercanda bahwa produk berikutnya adalah model yang "kami sebut secara kreatif sebagai R3."
"Kami belum mengumumkan harganya, tapi harganya akan turun secara material," kata Scaringe, menambahkan bahwa R4 "kembali menurunkan harga lebih jauh lagi."
Klaim "lebih murah dari R2" menyimpan satu masalah: R2 bukan satu harga tunggal. Rivian mengumumkan jajaran lengkap R2 pada Maret, dan versi termurahnya belum bisa dibeli dalam waktu dekat.
Artinya, "jauh lebih murah dari R2" bisa berarti banyak hal tergantung varian R2 mana yang dijadikan patokan. Media kerap menyebut R2 sebagai SUV seharga USD 45.000, termasuk The New York Times, padahal versi itu belum masuk jalur produksi.
Referensi paling masuk akal datang dari Scaringe sendiri. Sebelumnya ia menyebut R3 akan membawa Rivian masuk ke kisaran harga "mid to high 30s" atau sekitar USD 35.000 hingga USD 39.000. Angka itu konsisten dengan produk yang harganya jauh di bawah R2 versi dasar USD 45.000.
R3 rencananya diproduksi di pabrik Rivian di Georgia, Amerika Serikat, dengan jadwal mulai produksi 2028. Pabrik itu dirancang berkapasitas 400.000 unit per tahun dalam dua fase pembangunan.
Soal R4, Scaringe sebelumnya menyebut R4 dan R5 sebagai kendaraan bersaudara di platform yang sepenuhnya baru. Ia juga menyatakan belum ada tim engineering yang mengerjakan keduanya. Tidak ada indikasi dalam wawancara terbaru bahwa situasinya berubah. Untuk sekarang, R4 hanya arah harga tanpa tanggal peluncuran.
R2 sendiri menjalankan tugasnya. Rivian menaikkan target pengiriman 2026 menjadi 65.000 hingga 70.000 unit setelah pengiriman R2 dimulai pada Juni, naik dari sekitar 42.000 unit tahun lalu.
Meski begitu, perusahaan masih merugi. Rivian memproyeksikan kerugian adjusted EBITDA sebesar USD 1,8 miliar hingga USD 2 miliar tahun ini.
Scaringe menjelaskan alasan Rivian tidak bisa memimpin dengan mobil murah sejak awal. Sebagai startup yang belum terbukti saat membeli komponen untuk R1, Rivian tidak punya daya tawar dan menganggarkan premi 40 hingga 50 persen di atas harga pemasok.
Menurut Scaringe, posisi itu kini berbalik. Para CEO pemasok yang sama sekarang yang datang menemui Rivian untuk menawarkan kerja sama.
Langkah Rivian mengikuti playbook yang dipakai Tesla untuk berpindah dari Model S ke Model 3: bangun produk flagship lebih dulu, lalu turun ke segmen massal. Bedanya, Rivian mengeksekusinya dengan lebih baik dari perkiraan banyak pihak.
Dengan R2 yang sedang naik produksi dan mendekatkan Rivian ke profitabilitas, lalu R3 yang lebih kecil dan lebih murah, Rivian berpeluang memperluas pasar global dengan lini produk yang lebih lengkap dalam beberapa tahun ke depan.