Toyota Sebut Elektrifikasi Perkuat Industri Otomotif RI, Veloz Hybrid EV Diproduksi di Indonesia

Penulis: Fajar  •  Kamis, 24 September 2026 | 13:07:01 WIB
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Bansar Maduma berbicara dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta.

PT Toyota-Astra Motor menilai pengembangan kendaraan elektrifikasi memperkuat kapabilitas industri otomotif Indonesia, termasuk produksi Veloz Hybrid EV yang dirakit di dalam negeri. Penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus pada Januari–Agustus 2026 mencapai 38.769 unit, tumbuh 86 persen dibanding periode sama tahun lalu.

JAKARTA — Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Bansar Maduma mengatakan kemampuan produksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus diperkuat, salah satunya lewat kendaraan berteknologi hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV). Pernyataan itu disampaikan dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta.

Veloz Hybrid EV menjadi contoh kendaraan yang dirakit di Indonesia. Menurut Bansar, langkah ini membuktikan elektrifikasi tidak sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga membangun kemampuan industri dalam negeri.

"Veloz Hybrid EV diproduksi di Indonesia, oleh anak bangsa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa elektrifikasi bukan hanya tentang menghadirkan produk, tetapi juga membangun capability Indonesia untuk menghasilkan kendaraan elektrifikasi berstandar global," kata Bansar.

Investasi Toyota di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Toyota mencatatkan investasi lebih dari Rp 100 triliun di Indonesia hingga saat ini. Sekitar 90 persen kendaraan Toyota yang dipasarkan diproduksi di dalam negeri, dengan kandungan lokal sekitar 70–80 persen.

Produk Toyota dari Indonesia juga telah diekspor ke lebih dari 100 negara. Lebih dari 360 ribu tenaga kerja lokal terlibat dalam ekosistem Toyota di Tanah Air.

"Indonesia bukan hanya menjadi market bagi Toyota, tetapi juga menjadi bagian penting dari global automotive value chain Toyota," ujar Bansar.

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Tumbuh 86 Persen

Permintaan kendaraan elektrifikasi terlihat pada kinerja penjualan Januari–Agustus 2026. Toyota dan Lexus mencatat penjualan lebih dari 38.769 unit, tumbuh 86 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebanyak 20.850 unit.

Secara keseluruhan, penjualan wholesales Toyota pada Januari–Agustus 2026 mencapai 175.932 unit, naik sekitar 9 persen dari 161.080 unit pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap total penjualan Toyota meningkat menjadi 21,9 persen, dari sebelumnya 12,8 persen.

Bansar menilai penerimaan pasar menunjukkan teknologi lebih mudah diterima ketika memberikan manfaat sesuai kebutuhan pengguna, termasuk dari sisi efisiensi, kenyamanan, dan penggunaan sehari-hari.

"Bagi kami, penerimaan tersebut menunjukkan satu hal, customer tidak membeli teknologi hanya karena teknologinya yang baru, namun customer memilih ketika teknologi tersebut hadir dalam bentuk yang relevan, mudah digunakan, dan memberikan manfaat nyata," tutur dia.

Pendekatan Multi-Pathway Sesuaikan Kebutuhan Warga

Toyota menerapkan pendekatan multi-pathway dengan menyediakan kendaraan bermesin pembakaran internal, kendaraan hibrida, hingga kendaraan listrik berbasis baterai. Pendekatan ini disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam.

Penguatan kapabilitas industri melalui elektrifikasi juga disebut sejalan dengan arah pemerintah dalam meningkatkan daya saing manufaktur nasional. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso pada 18 September 2026 menyatakan pengembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi dapat meningkatkan nilai tambah dan memperkuat industri komponen dalam negeri.

"Transformasi menuju kendaraan elektrifikasi membuka peluang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir," kata Susiwijono.

Menurut Kemenko Perekonomian, penguatan rantai pasok tersebut mencakup pengembangan baterai, komponen, daur ulang, serta sumber daya manusia. Pemerintah menyatakan terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri untuk memperluas pasar ekspor dan memperkuat kemampuan industri menghadapi perubahan teknologi.

Reporter: Fajar
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top