GORONTALO — Capaian ini menempatkan TPID Gorontalo sebagai terbaik I se-Sulawesi. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada rangkaian Rakornas Pengendalian Inflasi, Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026.
Acara tersebut dirangkaikan dengan High Level Meeting TPI pusat dan daerah. Penilaian TPID Award mencakup kinerja pengendalian inflasi daerah sepanjang tahun berjalan.
Data BPS menunjukkan tren inflasi Gorontalo yang mendekati rata-rata nasional pada periode Juni hingga Agustus 2026. Pada Juni 2026, inflasi Gorontalo tercatat 4,77 persen atau 1,43 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional 3,34 persen.
Bulan berikutnya, selisihnya menipis. Inflasi Juli 2026 di Gorontalo sebesar 2,95 persen, hanya terpaut 0,07 persen dari rata-rata nasional 2,88 persen.
Pada Agustus 2026, inflasi Gorontalo berada di 3,36 persen atau 0,17 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional 3,19 persen.
Sekdaprov Sofian Ibrahim menyebut penghargaan ini sebagai bukti kerja keras dan sinergitas pemerintah daerah dari level provinsi hingga kabupaten/kota. Ia juga menyoroti peran Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, TNI, dan Polri dalam pengendalian inflasi daerah.
"Bapak Gubernur Gusnar dan Ibu Wagub Idah Syahidah menaruh komitmen yang kuat terhadap pengendalian inflasi di Gorontalo. Beberapa program memang diarahkan untuk itu seperti Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi (BLP3G) dan pasar murah bersubsidi," jelas Sofian.
BLP3G dan pasar murah bersubsidi menjadi dua program andalan Pemprov Gorontalo dalam menjaga daya beli warga sekaligus menekan gejolak harga pangan di pasar daerah.
Sofian menyatakan akan melaporkan hasil TPID Award kepada Gubernur Gusnar Ismail sepulang dari Jakarta. Ia berharap kolaborasi lintas sektor yang sudah terbangun bisa terus dijaga.
"Sekembalinya dari kegiatan ini kami akan melaporkan ke Bapak Gubernur terkait dengan hasil TPID Award. Semoga sinergi dan kolaborasi yang selama ini terjalin lintas sektor dapat terus kita jaga dan tingkatkan di tahun yang akan datang," pungkasnya.
Posisi Gorontalo di lima besar nasional menjadi modal untuk mempertahankan tren inflasi yang stabil sepanjang sisa tahun 2026.