KABUPATEN GORONTALO — Ketua KPU Kabupaten Gorontalo Windarto M. Bahua menegaskan evaluasi ini krusial untuk memastikan pemutakhiran data pemilih berjalan sesuai kondisi faktual di lapangan. Seluruh hasil coktas, katanya, perlu dibahas bersama agar setiap temuan bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.
"Tujuannya satu: terwujudnya data pemilih yang akurat dan mutakhir," ujar Windarto dalam rakor tersebut.
Rakor kali ini berbeda dari periode sebelumnya. Tahapan coktas sudah selesai lebih dulu, sehingga forum tidak lagi membahas persiapan, melainkan langsung mencermati temuan riil di lapangan.
Windarto mengakui KPU tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan data pemilih yang berkualitas. Data kependudukan berada di ranah instansi lain, sehingga koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi bagian penting dari proses validasi.
"Sinergi lintas instansi sangat penting karena KPU memiliki keterbatasan kewenangan terkait data kependudukan. Karena itu, masukan dari Disdukcapil sangat krusial," jelasnya.
Rakor itu dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba bersama jajaran, serta Kepala Bidang PIAK Disdukcapil Kabupaten Gorontalo Wawan Supriyanto Lengkoano.
Pembahasan teknis dipandu Anggota KPU Kabupaten Gorontalo Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Kadir Mertosono. Fokusnya mencermati kesesuaian data hasil coktas KPU dengan hasil uji petik Bawaslu.
Dari situ, data dibawa ke tahap validasi dan sinkronisasi bersama Disdukcapil. Forum ini memberi ruang bagi KPU, Bawaslu, dan Disdukcapil untuk menyandingkan temuan masing-masing, sehingga perbedaan data maupun persoalan lapangan bisa diidentifikasi dan dibahas terbuka.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya KPU Kabupaten Gorontalo menjaga kualitas data pemilih secara berkelanjutan. Data yang dihimpun tidak hanya diperbarui secara administratif, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi faktual dan perkembangan data kependudukan.
Rakor PDPB Triwulan III 2026 pun berfungsi sebagai ruang konsolidasi antarlembaga untuk memperkuat akurasi, kemutakhiran, serta sinkronisasi data pemilih di Kabupaten Gorontalo.