Pemkab Bone Bolango Gerakkan Warga Tanam Cabai di Pekarangan, Sekda Iwan Mustapa Sebut Inflasi Tertinggi Dipicu Komoditas Ini

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 26 September 2026 | 13:31:31 WIB
Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa memimpin penanaman cabai rawit di pekarangan warga Kecamatan Suwawa.

BONE BOLANGO — Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango Iwan Mustapa memimpin langsung penanaman cabai rawit di pekarangan warga, menandai dimulainya gerakan budidaya cabai skala rumah tangga di wilayah itu. Kegiatan berlangsung di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa, Jumat (25/9/2026), melibatkan Dharma Wanita Persatuan Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Gerakan ini menyasar pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan untuk produksi pangan. Warga diajak menanam cabai rawit sebagai sumber kebutuhan dapur sekaligus tambahan pasokan daerah.

Cabai Picu Inflasi Tertinggi di Bone Bolango

Iwan Mustapa menjelaskan, lonjakan harga cabai rawit dalam beberapa bulan terakhir membuat komoditas ini menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Bone Bolango. Kondisi itu yang mendorong pemerintah kabupaten mengambil langkah konkret di tingkat rumah tangga.

"Penanaman cabai hari ini adalah bagian dari upaya kita sekaligus gerakan bersama, mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan yang tersedia untuk mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Sekda.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan untuk budidaya cabai diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menambah pasokan cabai di tingkat daerah.

Harapan pada Stabilitas Harga dan Tambahan Pasokan Lokal

Pemerintah kabupaten menargetkan produksi cabai dari pekarangan warga mampu menekan tekanan harga di pasar. Ketika pasokan meningkat dan kebutuhan dapat dipenuhi dari produksi lokal, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga.

"Beberapa bulan terakhir harga cabai meningkat sangat pesat dan Bone Bolango termasuk daerah dengan inflasi tertinggi akibat komoditas cabai. Melalui program ini kita berharap mampu mengendalikan harga di pasaran," jelasnya.

Selain soal harga, gerakan ini dinilai membuka peluang ekonomi bagi warga. Cabai yang ditanam di pekarangan bisa dijual kembali ketika produksi melebihi kebutuhan rumah tangga.

Dorong Program Berlanjut ke Organisasi Perempuan Lain

Iwan Mustapa berharap gerakan menanam cabai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program ini diharapkan berkembang menjadi teladan yang diikuti organisasi perempuan lain hingga masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Program ini diharapkan tidak berhenti sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi teladan yang dapat diikuti organisasi perempuan lain hingga masyarakat di lingkungan masing-masing," tambahnya.

Langkah Bone Bolango menyusul pola serupa di sejumlah daerah yang menghadapi gejolak harga cabai. Pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu intervensi cepat yang bisa dijalankan tanpa menunggu panen raya dari sentra produksi.

Reporter: Sutomo
Sumber: 60dtk.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top