Ombudsman Gorontalo Terima 10 Aduan Warga September 2026, Agraria Mendominasi

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:31:02 WIB
Ombudsman Gorontalo mencatat 10 pengaduan masyarakat pada September 2026.

GORONTALO — Ombudsman Gorontalo mencatat 10 pengaduan masyarakat pada September 2026, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Muslimin menyampaikan angka itu dalam keterangan pers, Selasa 6 Oktober 2026.

Dari sisi kanal, empat laporan masuk lewat WhatsApp dan empat lainnya disampaikan dengan datang langsung ke kantor Ombudsman Gorontalo. Pengaduan melalui surat dan website masing-masing satu laporan.

Agraria Jadi Substansi Pengaduan Tertinggi

Pengaduan yang diterima berasal dari lima substansi: agraria, kepegawaian, perbankan, air minum, serta telekomunikasi dan informatika. Substansi agraria menempati posisi tertinggi, disusul kepegawaian dan perbankan.

Berdasarkan tingkat penyelesaian, sembilan laporan masuk kategori sedang dan satu pengaduan tergolong sederhana. Tidak ada pengaduan yang masuk kategori berat.

Mengapa Jumlah Pengaduan Stagnan di Angka 10

Muslimin mengaitkan stagnasi jumlah pengaduan dengan absennya kegiatan penjangkauan langsung. Menurutnya, Ombudsman on the Spot (OTS) menjadi kanal yang biasa menjaring aduan dari warga di daerah.

"Pada bulan September 2026, jumlah pengaduan mengalami stagnan pada angka 10 pengaduan sama seperti pada bulan sebelumnya (Agustus). Stagnasi pengaduan pada bulan September dibanding bulan Agustus karena tidak adanya kegiatan pengjangkauan pengaduan melalui Ombudsman on the Spot (OTS)," ujar Muslimin.

Tujuh Laporan Lanjut ke Tahap Pemeriksaan

Setelah diterima Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan, tujuh laporan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan. Tiga pengaduan lainnya berhasil diselesaikan pada tahap penerimaan dan verifikasi setelah memperoleh penyelesaian dari penyelenggara layanan publik yang diadukan.

Selain 10 pengaduan, Ombudsman Gorontalo juga menerima enam konsultasi pengaduan dan dua tembusan surat pengaduan selama September. Konsultasi dan tembusan itu tidak dihitung sebagai pengaduan resmi yang masuk tahap verifikasi.

Muslimin menyebut pengaduan yang diterima berasal dari lima substansi, dengan agraria sebagai yang tertinggi. Kategori sederhana dan sedang mendominasi, sementara tidak ada laporan yang tergolong berat.

Dari 10 pengaduan tersebut, sembilan laporan masuk kategori sedang dan satu pengaduan tergolong sederhana. Tidak terdapat pengaduan yang masuk kategori berat.

Reporter: Sutomo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top