GORONTALO — Sainudin Latare menjalani ujian promosi doktor di Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo. Disertasi yang dipertahankan berjudul "Kebijakan Penuntasan Kemiskinan pada Masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo".
Ujian berlangsung di Ruang Promosi Doktor Program Pascasarjana UNG dan berjalan serius. Sainudin memaparkan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji, lalu masuk sesi pendalaman substansi yang berkaitan dengan kebijakan penuntasan kemiskinan masyarakat KAT.
Kajian Sainudin menelaah kebijakan penuntasan kemiskinan masyarakat KAT dari tiga sisi: isi kebijakan, konteks implementasi, serta dampak dan perubahan yang ditimbulkan.
Hasil penelitiannya menunjukkan persoalan kemiskinan masyarakat KAT tidak semata berkaitan dengan aspek ekonomi. Kondisi geografis, sosial, budaya, keterbatasan akses pelayanan dasar, dan faktor kelembagaan turut memengaruhi.
Temuan lain: belum optimalnya regulasi di tingkat lokal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan kebijakan penuntasan kemiskinan bagi masyarakat KAT.
Sainudin menawarkan Model Pemberdayaan Berkelanjutan berbasis SIGAP atau Sustainable, Integrated, Governed, Adaptive, and Participative sebagai rekomendasi.
Model itu mengintegrasikan nilai sosial budaya lokal Huyula ke dalam tata kelola pemerintahan formal. Harapannya, kebijakan pemberdayaan masyarakat KAT berjalan lebih efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Ketua Program Doktor Administrasi Publik UNG Dr. Yanti Aneta, M.Si. menilai kajian yang diangkat Sainudin relevan dengan persoalan pembangunan dan pelayanan publik. Menurutnya, pemerintah tengah menangani kemiskinan pada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap berbagai layanan dasar.
"Kajian mengenai masyarakat KAT penting untuk terus dikembangkan dalam perspektif administrasi publik karena penyelesaian persoalannya membutuhkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga memperhatikan karakteristik masyarakat, kondisi lingkungan, pemberdayaan serta keberlanjutan program," kata Yanti.
Ia juga menekankan hasil penelitian doktoral tidak berhenti di ruang akademik. Penelitian itu diharapkan memberi kontribusi terhadap pengembangan kebijakan publik dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan program pemberdayaan masyarakat.
Ujian promosi doktor tersebut dipimpin Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, MP. Prof. Dr. Sastro M. Wantu, S.H., M.Si bertindak sebagai Promotor, didampingi Dr. Sukarman Kamuli, M.Si sebagai Co-Promotor I dan Dr. Irawaty Igirisa, S.Pd., M.Si sebagai Co-Promotor II.
Dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. Asna Aneta, M.Si sebagai Penguji Internal I, Prof. Dr. Rauf A. Hatu, M.Si sebagai Penguji Internal II, serta Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu, M.Si, Guru Besar Universitas Negeri Manado Jurusan Sosiologi, sebagai Penguji Eksternal.
Rangkaian ujian ini menjadi bagian dari proses akademik untuk menguji kedalaman penguasaan Sainudin terhadap hasil penelitiannya sekaligus mempertanggungjawabkan kontribusi ilmiah yang ditawarkan melalui disertasinya.
Kajian tersebut diharapkan memperkaya pengembangan ilmu administrasi publik dan memberi perspektif baru dalam perumusan kebijakan penuntasan kemiskinan yang lebih adaptif dan berbasis kondisi sosial budaya masyarakat KAT di Gorontalo Utara.