Atlet Sepak Takraw Jebolan SPOBDA Gorontalo Raih Medali ASEAN Games, Dibina Sejak 2020-2022

Penulis: Fajar  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:31:31 WIB
Tiga atlet sepak takraw jebolan SPOBDA Gorontalo meraih medali pada ASEAN Games.

GORONTALO — Prestasi tiga atlet sepak takraw asal Gorontalo pada ASEAN Games menjadi bukti bahwa program pembinaan berjenjang yang dijalankan Pemprov Gorontalo sejak 2020 hingga 2022 telah berjalan sesuai jalur. Ketiganya merupakan jebolan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang kini dikenal sebagai Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Daerah (SPOBDA) Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Pemuda Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses pembinaan yang berlangsung kurang lebih tiga tahun. Selama masa itu, para atlet tidak hanya menerima program latihan, tetapi juga dukungan pembiayaan dan fasilitas tempat tinggal.

Siapa Saja Atlet yang Meraih Medali ASEAN Games?

Sultan menyebut tiga nama atlet sepak takraw yang kini mengukir prestasi di tingkat internasional. Mereka adalah Gelvin Usman, Risky Djaina yang lulus pada 2022, dan Jelki Ladada yang lulus pada 2020.

Ketiganya pernah mengikuti program pembinaan melalui SPOBDA Provinsi Gorontalo. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, mereka melanjutkan karier sebagai atlet profesional.

“Selama kurang lebih tiga tahun mereka dibina, dibiayai dan tinggal di SPOBDA. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, mereka kemudian melanjutkan karier sebagai atlet profesional. Jadi, proses pembinaan itu nyata dan mereka sendiri yang kemudian membuktikan hasilnya melalui prestasi,” jelas Sultan.

Peran Pelatih ASN dalam Kesinambungan Pembinaan

Selain atlet, Noldi Husain turut berperan mengantarkan mereka meraih prestasi sebagai pelatih. Noldi merupakan aparatur sipil negara (ASN) pada Disparekrafpora Provinsi Gorontalo sekaligus pelatih di SPOBDA Provinsi Gorontalo.

Keterlibatan Noldi dalam pembinaan atlet sejak tingkat pelajar hingga mendampingi mereka pada jenjang prestasi yang lebih tinggi menunjukkan adanya kesinambungan dalam sistem pembinaan olahraga di daerah.

“Pelatihnya juga merupakan bagian dari Pemprov Gorontalo. Noldi Husain adalah ASN di Disparekrafpora dan juga pelatih di SPOBDA. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada proses pendidikan dan latihan, tetapi ada kesinambungan hingga atlet mampu berkembang dan berprestasi di level yang lebih tinggi,” kata Sultan.

Tanggapan soal Anggapan Pemprov Tidak Perhatikan Atlet

Sultan juga menanggapi anggapan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak memberikan perhatian kepada atlet berprestasi. Menurutnya, anggapan tersebut tidak menggambarkan proses pembinaan yang telah dilakukan pemerintah selama ini.

“Kalau ada anggapan bahwa Pemprov membiarkan atau tidak memperhatikan atlet, saya rasa itu pernyataan yang tidak memiliki dasar yang kuat. Faktanya, ada proses pembinaan yang dilakukan sejak mereka masih menjadi atlet pelajar melalui PPLP atau SPOBDA. Bahkan hari ini kita bisa melihat mereka mampu berprestasi sampai ke level internasional,” tegasnya.

Pembinaan Berlanjut di Era Gusnar-Idah

Pemerintah daerah menilai prestasi para atlet tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat sistem pembinaan olahraga di Gorontalo. Upaya itu sejalan dengan komitmen Pemprov Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

“Prestasi ini bukan hanya milik atlet, tetapi juga menjadi kebanggaan Gorontalo. Kita ingin pembinaan seperti ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak anak-anak Gorontalo yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: prosesnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top