GORONTALO — Peugeot memamerkan E-T16 Concept di Paris Motor Show 2026, sebuah hatchback listrik tri-motor dengan setir kotak bernama Hypersquare yang mengandalkan teknologi steer-by-wire. Desain ini merupakan callback estetis ke 205 T16 era 1980-an yang legendaris di ajang reli. Peugeot mengklaim Hypersquare mampu melibas tiga putaran Nürburgring Nordschleife atau lebih dari 60 km dalam mode Performance tanpa batasan daya.
Pameran otomotif Mondial de l'Auto 2026 di Paris menjadi panggung bagi tiga concept car Prancis yang tampil bersamaan: Peugeot E-T16 Concept, Citroën 2 CV Concept, dan Renault E-Space Concept. Ketiganya membawa pendekatan berbeda, mulai dari performa ekstrem hingga nostalgia desain ikonik. Peugeot menjadi sorotan utama lewat sistem kemudi yang benar-benar meninggalkan bentuk lingkaran konvensional.
Peugeot menamai sistem kemudinya Hypersquare. Alih-alih berbentuk bulat, komponen ini berupa panel persegi penuh tombol dengan layar konfigurabel di bagian tengah yang menampilkan informasi penting seperti kecepatan dan catatan waktu putaran.
Desain Hypersquare terinspirasi dari setir Peugeot 9X8 yang berlaga di FIA World Endurance Championship. Menurut rilis resmi Peugeot, ergonomi Hypersquare memungkinkan pengemudi mengakses fungsi utama hanya dengan gerakan jari, sesuatu yang dinilai berguna dalam situasi berkendara sporty.
Peugeot menyatakan sistem ini dikembangkan dalam konfigurasi berfokus performa. Kombinasi Hypersquare dengan steer-by-wire yang dikalibrasi khusus diklaim menghasilkan presisi dan kelincahan luar biasa.
Pada mobil biasa, setir terhubung secara mekanis ke roda depan melalui kolom dan rack. Itulah sebabnya setir konvensional butuh beberapa putaran penuh dari kiri ke kanan, dan pengemudi harus memindahkan tangan saat parkir.
Steer-by-wire memutus hubungan fisik tersebut. Input pengemudi dikirim ke komputer, lalu motor listrik yang menggerakkan roda. Karena perangkat lunak yang mengatur, rasio kemudi tidak lagi harus tetap. Di kecepatan parkir, putaran kecil bisa berarti lock penuh. Di jalan tol, gerakan yang sama bisa diredam agar mobil tetap stabil.
Jika setir tidak perlu diputar jauh, bentuknya tidak harus bulat. Dari sana gagasan panel persegi penuh tombol dengan layar yang tetap berada di posisi tangan pengemudi menjadi mungkin.
Teknologi steer-by-wire sendiri bukan hal baru. Cybertruck dan Lexus RZ sudah menawarkannya. Namun Hypersquare disebut sebagai salah satu desain pertama yang benar-benar memanfaatkan peluang yang dibuka teknologi ini, bukan sekadar setir biasa dengan komponen lebih sedikit.
Ada trade-off yang menyertai pendekatan ini. Tanpa koneksi mekanis, semua yang dirasakan pengemudi melalui tangan adalah simulasi. Apakah sensasinya bisa senatural rack kemudi konvensional masih menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.
Peugeot menyediakan unit demo di ajang pameran bagi pengunjung yang ingin mencoba langsung. Pabrikan Prancis itu juga cukup serius dengan konsep ini, terbukti dari penggunaan Hypersquare pada beberapa concept car lain, termasuk varian non-performa di kendaraan getaround bernama Polygon.
Dua merek Prancis lain juga membawa konsep "ikon yang dihidupkan kembali" di pameran yang sama. Citroën menghadirkan ulang 2 CV sebagai EV modern dalam versi mobil dan versi mini bergaya breadvan Eropa.
2 CV memang tidak pernah populer di Amerika Serikat, tetapi statusnya di Eropa dan banyak negara lain setara dengan VW Beetle. Model ini diproduksi puluhan tahun dan dibuat tahan menghadapi berbagai kondisi, dari berkendara harian pascaperang di kota besar hingga tugas taksi di Afrika.
Berbeda dari Peugeot Hyper Hatch yang kemungkinan besar tidak masuk produksi, versi baru 2 CV disebut sedang dalam pipeline. Citroën menyatakan konsep ini mewakili visi model yang akan diperkenalkan dalam dua tahun ke depan, diproduksi di Eropa, dengan target harga awal sekitar 15.000 euro atau setara 16.700 dolar AS, dan akan mematuhi regulasi E-Car mendatang. Varian komersialnya digambarkan lebih sebagai proyek passion.
Renault E-Space Concept menjadi kebangkitan nostalgia ketiga. Minivan ini merupakan penerus modern dari Renault Espace asli tahun 1984, dengan pendekatan yang membangkitkan prinsip dasar MPV dalam visi ultra-modern. Renault menyebutnya dirancang terutama sebagai ruang hidup, dengan interior lapang dan modular yang inovatif untuk kenyamanan dan waktu bersama keluarga.
Ketiga konsep ini menunjukkan pabrikan Prancis memadukan nostalgia dengan teknologi mutakhir di satu panggung pameran. Peugeot mendorong batas kemudi, Citroën mengejar keterjangkauan, dan Renault menekankan fungsi keluarga. Bagi penggemar otomotif, demonstrasi langsung Hypersquare di ajang tersebut menjadi kesempatan menilai apakah setir kotak ini benar-benar nyaman digunakan di dunia nyata.