GORONTALO — Sebanyak 450 siswa kelas X mengikuti sosialisasi HIV-AIDS di SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Idah Syahidah Rusli Habibie hadir sebagai narasumber dan menekankan pentingnya memahami bahaya HIV-AIDS sejak dini. Edukasi dinilai menjadi jalur paling efektif untuk menekan penularan di kalangan remaja.
Menurut Idah, pemahaman yang benar soal cara penularan dan pencegahan akan membantu pelajar melindungi diri. Pengetahuan itu juga bisa disebarkan ke teman sebaya dan lingkungan sekitar. "Kalau kalian sudah memahami bahaya HIV-AIDS, kalian bisa menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perilaku berisiko," ujarnya.
Wagub secara khusus menyoroti kebiasaan membuat tato di kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa tato bisa menjadi kendala saat mengikuti seleksi masuk TNI atau Polri. Selain itu, penggunaan jarum yang terkontaminasi dan dipakai bergantian menyimpan risiko penularan HIV.
"Bagi yang ingin menjadi tentara atau polisi, jangan iseng-iseng mencoba membuat tato. Pikirkan masa depan kalian," kata Idah di hadapan siswa. Ia menegaskan semua cita-cita mulia, tetapi perilaku berisiko bisa menghambat jalan mencapainya.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mencatat 1.538 kasus