GORONTALO — Kementerian Agama menyalurkan sekitar Rp 7 triliun bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Bantuan menyasar siswa, santri, hingga mahasiswa dari keluarga kurang mampu di madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan. Rinciannya, PIP mendapat Rp 4 triliun dan KIP Kuliah sekitar Rp 3 triliun.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan angka itu dalam Konferensi Pers Dua Tahun Capaian Kemenag di Jakarta Pusat pada Senin (19/10/2026). Menurutnya, pembiayaan pendidikan berjalan beriringan dengan upaya peningkatan mutu lembaga di bawah Kemenag, mulai dari madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, hingga satuan pendidikan keagamaan lain.
"Kementerian Agama itu menyalurkan Rp 7 triliun rupiah untuk PIP dan KIP Kuliah. Jadi beasiswa untuk anak-anak, pelajar, santri dan mahasiswa," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers tersebut.
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin memerinci komposisi anggaran tersebut. Bantuan lewat PIP mencapai Rp 4 triliun, sedangkan KIP Kuliah sekitar Rp 3 triliun.
"Jadi selama pemerintahan Bapak Presiden Prabowo-Gibran itu sudah menyalurkan PIP dan KIP Kuliah. Kemudian juga untuk meningkatkan kualitas SDM, ada 3.659 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa," kata Kamaruddin.
Selain beasiswa, Kemenag mengalokasikan anggaran untuk tunjangan profesi guru dan dosen. Pemerintah juga mendukung perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan pembelajaran digital, pembinaan prestasi, serta perluasan layanan bagi penyandang disabilitas.
Bantuan pendidikan Kemenag menyasar peserta didik di lingkungan lembaga keagamaan, bukan hanya sekolah umum. Cakupannya meliputi siswa madrasah, santri pesantren, mahasiswa perguruan tinggi keagamaan, dan peserta didik di satuan pendidikan keagamaan lainnya.
Nasaruddin menekankan sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan. Informasi soal kriteria penerima, besaran per siswa, dan jadwal pencairan tidak dirinci dalam konferensi pers tersebut.
Menag juga menyoroti capaian lulusan lembaga pendidikan keagamaan yang diterima di perguruan tinggi mancanegara. "Banyak sekali alumni-alumni kita itu diterima di mancanegara," jelasnya.
Sejumlah madrasah disebut mencatat prestasi akademik di tingkat nasional maupun internasional, antara lain MAN 2 Malang, MAN 2 Makassar, MAN Insan Cendekia Gorontalo, dan MAN Insan Cendekia Serpong.
Untuk memperluas pendidikan inklusif, sekitar 2.000 madrasah kini memiliki layanan pendidikan yang mendukung kebutuhan peserta didik. Dari jumlah itu, 1.547 unit di antaranya merupakan layanan disabilitas.
Kemenag juga menjalankan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan lewat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 857 madrasah telah menerima manfaat program tersebut.
Artikel ini tidak memuat jadwal pencairan, bank penyalur, maupun prosedur pendaftaran terbaru untuk PIP dan KIP Kuliah di lingkungan Kemenag. Masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan disarankan menunggu pengumuman resmi berikutnya.
Informasi lengkap dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian Agama, baik situs maupun akun media sosial resmi Kemenag, serta layanan helpdesk kementerian. Waspadai pihak yang menjanjikan kelulusan bantuan dengan memungut biaya.