GORONTALO — Keempat mahasiswa itu adalah Alfatir Ishak Solihin dari Program Studi S1 Farmasi, Siti Nurindah Mointi dari S1 Hubungan Internasional, Nadilla Dwi Cendani Ahmad dari S1 Manajemen, serta Magfirah Nurul Hidayah dari S1 Bisnis Digital. Mereka berangkat sebagai perwakilan Komisariat UBM Gorontalo setelah lolos seleksi penerima Beasiswa Kebanksentralan Bank Indonesia.
Keikutsertaan mereka dinilai menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat kompetensi generasi muda Gorontalo. Fokusnya bukan hanya kepemimpinan, tetapi juga pemahaman kebanksentralan dan dinamika perekonomian daerah.
Leadership Camp 2026 tidak berhenti pada materi kepemimpinan. Peserta dibekali keterampilan komunikasi melalui workshop penulisan karya tulis populer dan pembuatan konten digital kreatif.
Kompetensi tersebut dinilai penting agar mahasiswa mampu menyampaikan gagasan secara menarik. Kemampuan ini juga mendorong terbangunnya literasi publik dan adaptasi terhadap perkembangan era digital.
Bagi UBM Gorontalo, hasil kegiatan diharapkan tidak berhenti pada partisipasi regional. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal mengembangkan inovasi di lingkungan kampus.
Para peserta diharapkan mengambil peran dalam meningkatkan literasi kebanksentralan dan pemahaman ekonomi. Sasaran penyebarannya mencakup lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat sekitar.
Partisipasi dalam kegiatan ini sekaligus membuka peluang memperluas jejaring. Mahasiswa dapat bertukar gagasan dan membangun kolaborasi dengan peserta dari berbagai wilayah di SULAMPUA.
Melalui kegiatan tersebut, empat mahasiswa UBM Gorontalo diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang berintegritas, kreatif, adaptif, dan berdaya saing. Pengalaman kepemimpinan mereka diharapkan mampu diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan kampus dan pembangunan daerah.