Pencarian

69 Kebakaran Lahan Melanda 5 Kabupaten/Kota di Gorontalo Sepanjang Musim Kemarau, Bone Bolango Terparah

Rabu, 02 September 2026 • 21:32:01 WIB
69 Kebakaran Lahan Melanda 5 Kabupaten/Kota di Gorontalo Sepanjang Musim Kemarau, Bone Bolango Terparah
Petugas gabungan memadamkan api di lahan kering yang terbakar di Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (2/9/2026).

GORONTALO — Titik api terus bermunculan di sejumlah wilayah Gorontalo seiring puncak musim kemarau. Data terbaru Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Provinsi Gorontalo mencatat, hingga Rabu (2/9), total telah terjadi 69 kebakaran lahan dan satu kebakaran kandang di lima kabupaten/kota.

Dua titik kebakaran baru dilaporkan pada hari yang sama, masing-masing di Kecamatan Bulango Selatan dan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango. Sehari sebelumnya, dua kejadian serupa juga tercatat di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara.

Lahan Kering Mudah Terbakar, Api Sulit Dipadamkan

Kebakaran lahan di Gorontalo kali ini menyebar hampir merata, mulai dari wilayah pesisir hingga dataran tinggi. Kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Damkar, TNI, Polri, serta BPBD provinsi dan kabupaten/kota terus dikerahkan. Namun, kemunculan titik api yang sporadis membuat upaya pemadaman di lapangan berlangsung berat.

Dua Titik Api Baru pada 2 September 2026

Berdasarkan laporan operasional, kejadian terbaru berlangsung di wilayah barat dan timur Kabupaten Bone Bolango. Di Kecamatan Bulango Selatan, api melahap lahan di Desa Ayula Utara. Sementara di Kecamatan Bulango Timur, kebakaran terjadi di Desa Bulotalangi Barat.

Sebelumnya pada 1 September, satu titik kebakaran sempat terjadi di Kabupaten Gorontalo dan satu lainnya di Gorontalo Utara. Sebaran titik api yang berpindah-pindah ini menjadi indikasi bahwa potensi kebakaran masih akan berlanjut selama musim kemarau belum berakhir.

Rekapitulasi Kebakaran Lahan 25 Juli-2 September 2026

Berdasarkan data PUSDALOPS PB, Kabupaten Bone Bolango mencatat kasus tertinggi dengan 27 kejadian yang tersebar di belasan desa. Disusul Kabupaten Gorontalo dengan 21 kejadian kebakaran lahan dan satu kebakaran kandang.

Kota Gorontalo mengalami 12 kejadian kebakaran lahan, sementara Gorontalo Utara tujuh kejadian dan Boalemo dua kejadian. Titik api paling sering muncul di kawasan permukiman padat dan area perkebunan warga.

Bone Bolango: 27 Titik Api Tersebar di 12 Kecamatan

Kawasan Suwawa menjadi wilayah dengan kejadian paling intensif. Desa Duano di Kecamatan Suwawa Tengah tercatat tiga kali terbakar, disusul Ulanta di Kecamatan Suwawa dan Alale yang masing-masing dua kali.

Di Kecamatan Bulango Timur, kebakaran melanda Desa Bulotalangi Timur, Toluwaya, dan Bulotalangi Barat. Sementara di Kecamatan Tapa dan Kabila, api juga merusak lahan di Desa Dunggala, Talumopatu, hingga Kelurahan Tumbihe.

Kabupaten Gorontalo: Api Mendekati Kawasan Limboto

Kebakaran di Kabupaten Gorontalo juga menyentuh sejumlah desa di pinggiran Danau Limboto. Kelurahan Hutuo dan Desa Dutulanaa di Kecamatan Limboto tercatat dua kali terbakar dalam periode tersebut.

Kecamatan Tibawa melaporkan empat desa terdampak, yakni Iloponu, Labanu, Isimu Raya, dan Botumoputih. Sementara itu, satu kebakaran kandang terjadi di wilayah Kabupaten Gorontalo, namun lokasi spesifik belum dirinci lebih lanjut oleh BPBD.

Gorontalo Utara dan Boalemo: Titik Api di Wilayah Pesisir

Di Gorontalo Utara, kebakaran lahan terjadi di Desa Monano dan Molingkapoto, serta dua titik di Kecamatan Tomilito. Titik api juga muncul di Kecamatan Anggrek dan Sumalata Timur, menambah daftar wilayah terdampak.

Kabupaten Boalemo melaporkan dua kejadian di Desa Tabulo, Kecamatan Mananggu. Wilayah ini merupakan area persawahan dan perkebunan yang cukup luas, sehingga api berisiko merambat ke lahan produktif warga.

Warga Diminta Segera Lapor Jika Melihat Titik Api

BPBD Provinsi Gorontalo meminta masyarakat turut aktif memantau lingkungan sekitar. Jika menemukan tanda-tanda kebakaran lahan, warga diharapkan segera melapor ke posko terdekat atau menghubungi layanan darurat.

Kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi kunci utama. Pasalnya, hembusan angin kencang saat musim kemarau dapat dengan cepat memperluas area kebakaran dan membahayakan permukiman di sekitarnya.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dulohupa.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks