GORONTALO — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kapitalisasi pasar yang tumbuh 1,47% menjadi Rp11.599 triliun sepanjang perdagangan 31 Agustus-4 September 2026. Penguatan ini terjadi meskipun data menunjukkan investor asing masih membukukan jual bersih Rp29,76 miliar pada pekan tersebut.
Secara kumulatif sejak awal tahun, aksi jual asing di pasar modal Indonesia telah mencapai Rp68,05 triliun. Kondisi ini tidak menghalangi laju indeks yang ditutup di level 6.636,475, naik dari posisi 6.518,121 pada pekan sebelumnya.
Lonjakan Aktivitas Perdagangan di Tengah Aksi Jual Asing
P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, menjelaskan bahwa peningkatan IHSG diiringi perbaikan sejumlah indikator aktivitas pasar. Rata-rata nilai transaksi harian naik 25,75% menjadi Rp19,22 triliun, sementara frekuensi transaksi harian bertambah 10,93% menjadi 2,39 juta kali.
Adapun rata-rata volume transaksi harian melonjak signifikan ke angka 48,99 miliar saham. Angka ini meningkat 35,9% dibandingkan rata-rata 36,05 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Daftar Saham Pencetak Kenaikan Tertinggi
Dari jajaran emiten, NATO menjadi primadona dengan mencatatkan kenaikan paling tajam. Saham perusahaan tersebut meroket 84,67% ke level Rp1.265 per saham.
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menguat 72,36% ke Rp3.430
- PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) naik 68,09% ke Rp1.185
- PT Pakuan Tbk (UANG) meningkat 61,04% ke Rp4.010
Tekanan Jual Masih Membayangi Pasar Modal
Meski indeks menghijau, arus modal asing yang keluar masih menjadi pekerjaan rumah bagi otoritas bursa. Data BEI menunjukkan tekanan jual asing yang berkelanjutan sepanjang tahun berjalan, mencerminkan masih adanya sentimen negatif dari faktor eksternal maupun domestik.
Kendati demikian, ketahanan IHSG dalam menyerap aksi jual tersebut dinilai positif oleh pelaku pasar. Penguatan indeks yang diiringi peningkatan likuiditas transaksi mengindikasikan partisipasi investor domestik yang masih solid di pasar sekunder.
Investasi mengandung risiko.