Pencarian

Rupiah Berpeluang Stabil di Tengah Pelemahan Dolar AS, Harga Minyak Masih Bayangi

Rabu, 09 September 2026 • 08:19:31 WIB
Rupiah Berpeluang Stabil di Tengah Pelemahan Dolar AS, Harga Minyak Masih Bayangi
Rupiah berpeluang stabil di tengah pelemahan dolar AS, dengan indeks dolar turun ke level 98,79.

GORONTALO — Penguatan mata uang Asia terjadi di tengah ekspektasi pasar terhadap sikap bank sentral Jepang (BoJ). Yen Jepang tercatat menguat paling tajam di kawasan, yakni 0,33%, disusul won Korea Selatan yang naik 0,16%. Adapun dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan yuan offshore menguat lebih terbatas.

Dua Sinyal yang Menahan Pelemahan Rupiah

Melandainya indeks dolar AS ke level 98,79 menjadi katalis utama bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah. Kondisi ini menekan laju dolar di tengah spekulasi pasar bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya.

Sentimen lain datang dari pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menantang para trader untuk bertaruh melawan yen. Bessent mengaku memiliki informasi lebih baik soal langkah BoJ dan pemerintah Jepang terkait kebijakan yen, yang memperkuat spekulasi adanya intervensi atau koordinasi kebijakan untuk menopang mata uang Negeri Sakura tersebut.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Jepang

Penguatan yen juga ditopang ekspektasi pasar bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan 17-18 September pekan depan. Langkah ini berpotensi memperkecil selisih imbal hasil antara yen dan dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik yen.

Kondisi ini secara tidak langsung turut mendukung penguatan mata uang Asia lain karena tekanan dolar AS mereda.

Harga Minyak Masih Jadi Penghambat

Kendati demikian, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu agresif. Harga minyak mentah yang masih bertahan tinggi di level US$99,53 per barel berpotensi menahan laju apresiasi rupiah lebih lanjut.

Sebagai negara importir minyak, kenaikan harga komoditas energi ini menambah beban impor dan berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan. Tekanan tersebut biasanya menjadi pertimbangan pelaku pasar dalam memposisikan mata uang rupiah.

Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pelaku pasar akan mencermati pergerakan dolar AS dan arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik. Jika arus modal deras berlanjut, rupiah berpeluang menguat lebih jauh meski dibayangi risiko harga minyak.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks