Wakil Kepala SMA Negeri 1 Pinogu Nian Didipu meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan tunjangan transportasi bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil Kabupaten Bone Bolango. Permintaan itu disampaikan langsung saat Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau pembangunan fasilitas sekolah, Selasa (22/9). Perjalanan ojek dari Tulabolo ke Pinogu dan kembali mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per orang.
GORONTALO — Nian Didipu menyampaikan permintaan tunjangan transportasi itu di hadapan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Pinogu, Kabupaten Bone Bolango. Guru SD dan SMP di wilayah terpencil sudah menerima tunjangan serupa dari pemerintah kabupaten, sementara guru SMA belum. Nian menilai kesenjangan itu perlu segera diatasi.
"Teman-teman daerah terpencil dari kabupaten, SD, SMP itu dapat transportasi untuk guru-guru. Apakah bisa kami dari SMA yang khususnya di Pinogu mendapatkan hal itu?" kata Nian.
Biaya Ojek Tulabolo-Pinogu Capai Rp 1 Juta
Persoalan transportasi bukan sekadar angka di kertas. Jalan menuju Pinogu memaksa guru dan warga mengandalkan jasa ojek dari Tulabolo. Sekali perjalanan pulang-pergi, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per orang.
Beban itu membuat sebagian guru berpikir dua kali sebelum bertugas di Pinogu. Nian menyebut biaya transportasi menjadi persoalan tersendiri bagi guru maupun masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Gubernur Setuju, tapi Tunggu Aturan
Gusnar Ismail merespons permintaan itu dengan sinyal positif. Ia menyatakan setuju untuk mempertimbangkan pemberian tunjangan transportasi bagi guru SMA di wilayah terpencil. Namun, ia menegaskan usulan tersebut masih perlu ditinjau dari sisi regulasi.
"Insyaallah, insyaallah. Sambil diingatkan terus ke kepala dinasnya. Kalau gubernur lupa berarti kepala dinas yang lupa. Kalau saya setuju sekarang, cuma jangan sampai lupa karena kita harus masukkan lagi di aturan. Ya kan? Biar kita tidak salah," ujar Gusnar.
Menurut Gusnar, mekanisme pemberian tunjangan harus dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia meminta dinas terkait mengingatkan agar usulan itu tidak berhenti di meja rapat.
Air Bersih hingga Internet, Fasilitas Sekolah Jadi Sorotan
Selain transportasi, para guru menyampaikan sejumlah kebutuhan lain di lingkungan sekolah. Air bersih, fasilitas komputer, dan jaringan internet menjadi tiga hal yang paling mendesak. Keterbatasan itu berdampak langsung pada kegiatan akademik siswa.
Untuk mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA), siswa SMA Negeri 1 Pinogu masih harus menuju Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Perjalanan itu menambah beban waktu dan biaya bagi pelajar di kawasan terpencil.
Anggaran Rp 2,7 Miliar untuk Fasilitas Sekolah
Aspirasi tersebut disampaikan bersamaan dengan peninjauan pembangunan fasilitas SMA Negeri 1 Pinogu. Proyek yang dibiayai Pemerintah Provinsi Gorontalo itu meliputi ruang perpustakaan, laboratorium, toilet, rumah dinas guru, serta rehabilitasi ruang kelas.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,7 miliar pada 2026. Pembangunan sejumlah fasilitas tersebut masih berjalan saat Gubernur meninjau lokasi.
Permintaan tunjangan transportasi kini menunggu tindak lanjut dari dinas pendidikan provinsi. Gusnar memastikan usulan itu akan dibahas lebih lanjut agar guru yang bertugas di Pinogu mendapat perlakuan setara dengan rekan-rekan mereka di jenjang SD dan SMP.