GORONTALO — Dinas Pariwisata Kota Padang memperkuat pemasaran wisata lewat branding kota gastronomi dan penguatan atraksi seni budaya di kawasan Kota Tua. Kota Padang kini bersaing di sektor gastronomi dalam daftar enam besar UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bersama Kota Batu dan Kota Pangkal Pinang. Pertunjukan seni rutin digelar setiap malam Minggu untuk memberi wisatawan pilihan atraksi saat berkunjung.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Padang, Ashari Hidayat, menyatakan pengembangan potensi kuliner serta seni dan budaya dikemas menjadi daya tarik wisata. Upaya memperkenalkan Padang sebagai kota gastronomi sudah berjalan selama dua tahun terakhir.
Padang Bersaing di UCCN 2027 Bidang Gastronomi
Kota Padang tercatat masuk daftar enam besar UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 untuk sektor gastronomi. Di tahap ini, Padang bersanding dengan Kota Batu dan Kota Pangkal Pinang.
Ashari berharap Padang terpilih sebagai perwakilan Indonesia. Menurutnya, peluang memperkenalkan potensi gastronomi daerah ke tingkat internasional akan semakin terbuka jika lolos seleksi.
"Kita mengupayakan proses yang sedang dijalani ini dapat membawa Kota Padang menjadi perwakilan Indonesia di bidang gastronomi, sehingga kekayaan kuliner daerah dapat diperkenalkan ke tingkat yang lebih luas," ujarnya.
Kota Tua Jadi Panggung Seni dan Budaya
Selain gastronomi, Dinas Pariwisata Kota Padang memfokuskan promosi pada kawasan Kota Tua yang tengah menjalani revitalisasi. Kawasan ini dinilai punya nilai sejarah sekaligus keberagaman budaya yang bisa menjadi daya tarik wisatawan.
"Kota Tua kita jadikan salah satu ruang untuk menghadirkan kembali berbagai kesenian dan budaya yang ada di Kota Padang. Jadi, wisatawan tidak hanya menikmati kawasan bersejarah, tetapi juga bisa melihat langsung keberagaman budaya masyarakat kita," kata Ashari.
Pertunjukan Seni Rutin Setiap Malam Minggu
Untuk mendukung promosi kawasan Kota Tua, Pemkot Padang menggelar pertunjukan seni dan budaya secara rutin setiap malam Minggu. Rangkaian acara diisi beragam penampilan:
- Home band
- Solo song
- Tari tradisional
- Tari modern
Pertunjukan berkala ini dimaksudkan memberi wisatawan pilihan atraksi saat berkunjung ke Kota Tua. Wisatawan bisa menikmati suasana kawasan sekaligus menyaksikan berbagai kesenian yang ditampilkan.
"Dengan adanya pertunjukan yang digelar secara berkala, kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan saat berada di Kota Tua. Mereka bisa menikmati suasana kawasan sekaligus menyaksikan berbagai kesenian yang ditampilkan," kata Ashari.
Tips Berkunjung ke Kota Tua Padang
Waktu paling tepat menikmati atraksi seni adalah malam Minggu, saat pertunjukan rutin digelar. Datang lebih awal agar bisa menyusuri kawasan bersejarah sebelum acara dimulai.
Untuk informasi jadwal pertunjukan terbaru dan agenda wisata lainnya, wisatawan dapat mengonfirmasi langsung ke Dinas Pariwisata Kota Padang.
Melalui penguatan branding gastronomi serta pengembangan atraksi seni dan budaya di Kota Tua, Dinas Pariwisata Kota Padang berharap potensi pariwisata daerah semakin dikenal dan menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.