TONDANO — Keberhasilan karya Ariez Jamil tidak datang tiba-tiba. Sejak Mei 2026, desainer asal Gorontalo itu telah mengirimkan sketsa desain, narasi, serta filosofi karya sebagai tahapan awal kurasi. Peserta yang dinyatakan lolos baru diumumkan pada Agustus 2026 untuk melanjutkan ke babak final tingkat regional.
Babak final Regional 12 mempertemukan perwakilan dari tiga provinsi: Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Masing-masing membawa karya dengan karakter dan kekayaan budaya daerahnya. Hasil akhir menempatkan Gorontalo di posisi teratas.
Karawo sebagai Elemen Utama, Bukan Sekadar Ornamen
Yang membuat karya Ariez menonjol adalah keberanian menempatkan Karawo sebagai elemen utama. Sulaman khas Gorontalo itu tidak sekadar menjadi hiasan pelengkap pada kebaya, melainkan bagian yang membentuk karakter utama busana.
Perpaduan Karawo dan kebaya menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika sekaligus memperlihatkan identitas budaya daerah. Pendekatan ini memberi interpretasi baru terhadap busana yang menjadi inspirasi kompetisi.
Konsep tersebut membawa pesan tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan Karawo melalui kreativitas generasi masa kini. Dengan masuk ke panggung fesyen, warisan budaya Gorontalo tidak hanya dilihat sebagai bagian dari tradisi, tetapi juga memiliki peluang untuk terus berkembang mengikuti zaman.
Kolaborasi Ariez Jamil dan Abiy Sagita di Atas Panggung
Di balik keberhasilan tersebut terdapat kolaborasi dua talenta dari bidang yang berbeda. Ariez Jamil mengolah gagasan dan kekayaan budaya Gorontalo menjadi sebuah desain, sedangkan Abiy Sagita Putry Arsyad membawa desain tersebut tampil di hadapan dewan juri.
Bagi Abiy, panggung Regional 12 menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai model. Pengalamannya di berbagai kegiatan catwalk di Gorontalo menjadi modal untuk membawakan karya tersebut dengan karakter yang sesuai dengan konsep desain.
Ariez merancang busananya, Abiy membawanya ke atas panggung, sementara Karawo menjadi identitas yang menyatukan keduanya. Kombinasi inilah yang mengantarkan karya tersebut ke posisi Terbaik I.
Jadwal Tingkat Nasional 25 November 2026
Predikat Terbaik I Regional 12 menjadi tiket bagi Ariez Jamil dan Abiy Sagita Putry Arsyad untuk melanjutkan perjalanan ke tingkat nasional. Tahap nasional dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026.
Di tingkat tersebut, karya "Kebaya Fatmawati Karawo Pinang Palem" akan kembali membawa identitas Gorontalo melalui perpaduan kebaya dan Karawo. Perjalanan karya ini pun kini memasuki tahap yang lebih tinggi.