GORONTALO — Kunlavut Vitidsarn menutup final tunggal putra Asian Games 2026 dengan kemenangan dua gim langsung atas Loh Kean Yew, 21-12 dan 21-16. Pebulutangkis Thailand itu menjadi wakil negaranya yang pertama naik podium tertinggi di nomor tunggal putra pada ajang olahraga paling bergengsi di Asia tersebut.
Partai puncak yang digelar Selasa (29/9) itu mempertemukan Kunlavut dengan tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew. Duel berjalan ketat di awal sebelum Kunlavut melepaskan diri dan mengunci gim pertama tanpa memberi ruang bagi lawannya untuk mengejar.
Gim Pertama: Skor 8-8 Lalu Dikuasai Kunlavut
Kean Yew sempat menahan laju Kunlavut hingga kedudukan imbang 8-8. Dari titik itu, Kunlavut merebut tujuh poin beruntun dan melesat menjadi 15-8.
Kean Yew memperkecil jarak menjadi 11-15, tetapi Kunlavut bergerak cepat menjaga selisih poin tetap aman. Ia menutup gim pertama dengan keunggulan 21-12.
Gim Kedua: Kean Yew Sempat Menempel di 15-16
Kunlavut kembali mengambil inisiatif di awal gim kedua dengan unggul 10-5. Kean Yew merespons tiga poin sehingga skor berubah menjadi 8-10, sebelum interval pertama ditutup Kunlavut 11-8.
Perolehan poin sempat menegang ketika Kean Yew hanya tertinggal satu angka pada kedudukan 15-16. Kunlavut mengembalikan kendali permainan dan menuntaskan laga lewat skor 21-16.
Arti Gelar bagi Bulu Tangkis Thailand
Medali emas ini menempatkan Kunlavut sebagai pebulutangkis Thailand pertama yang juara di nomor tunggal putra Asian Games. Sebelumnya, belum ada wakil Negeri Gajah Putih yang mampu menembus posisi teratas di sektor tersebut.
Keberhasilan Kunlavut sekaligus menutup perjalanan panjang bulu tangkis Thailand di panggung Asia. Ia melangkah ke final tanpa kehilangan fokus dan menuntaskan partai puncak dalam dua gim langsung.
Loh Kean Yew Gagal Membawa Emas bagi Singapura
Bagi Kean Yew, kekalahan ini menunda ambisi Singapura merebut medali emas dari sektor tunggal putra. Ia sempat menunjukkan perlawanan di kedua gim, tetapi tidak mampu membalikkan tekanan yang dibangun Kunlavut sejak pertengahan gim pertama.
Kunlavut menguasai duel ini lewat konsistensi perolehan poin dan kemampuan keluar dari situasi ketat. Dua gim yang ia menangi menegaskan dominasinya di partai puncak Asian Games 2026.