Pencarian

Danantara Pangkas 15 BUMN Asuransi Jadi 3 Entitas, Rampung Akhir 2026

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 08:36:01 WIB
Danantara Pangkas 15 BUMN Asuransi Jadi 3 Entitas, Rampung Akhir 2026
COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan rencana konsolidasi perusahaan asuransi BUMN dalam acara di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

GORONTALO — Danantara menargetkan konsolidasi 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga entitas selesai pada akhir 2026, mencakup asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit. Penyederhanaan ini dilakukan karena perusahaan-perusahaan asuransi pelat merah dinilai menghadapi persoalan tata kelola yang tidak sedikit.

Paragraf pembuka: Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan proses merger akan dijalankan bertahap mulai dari asuransi jiwa, lalu asuransi umum, dan terakhir asuransi kredit. Skema serupa juga akan diterapkan pada lini bisnis syariah. Dony menyampaikan hal ini dalam acara di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Tiga Klaster yang Jadi Target Konsolidasi

Dony menjelaskan, tiga entitas hasil konsolidasi nantinya akan dibagi berdasarkan lini usaha: asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit. Pemetaan ini menjadi dasar pemisahan perusahaan yang benar-benar bergerak di bidang asuransi umum dari yang berfungsi sebagai penjaminan.

"Merger asuransi juga sedang terjadi dan akhir tahun ini sudah harus terjadi. Terutama dari life Insurance, kita akan go, kemudian General Insurance juga, dan yang terakhir Credit Insurance. Ini kita harapkan akhir tahun sudah selesai," jelas Dony.

Pembahasan pemisahan lini usaha asuransi kredit masih berlangsung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dony menyebut bisnis asuransi kredit masih dalam tahap peninjauan sebelum skema finalnya ditetapkan.

Asuransi Syariah Ikut Dibenahi

Konsolidasi tidak berhenti pada asuransi konvensional. Dony memastikan lini syariah dari ketiga klaster tersebut juga akan melalui proses merger yang sama, mulai dari asuransi jiwa syariah, asuransi umum syariah, hingga asuransi kredit syariah.

"Jadi, yang Syariah juga sama. Kita akan lakukan juga merger. Jadi, ada asuransi yang Syariah-nya juga sama. Baik itu Life Insurance-nya, General Insurance-nya, maupun Credit Insurance-nya juga ada yang Syariah," tuturnya.

Ia menambahkan, penjaminan syariah dibutuhkan karena Danantara juga menyalurkan KUR Syariah. Lini ini menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan yang perlu dilindungi oleh perusahaan penjaminan yang tata kelolanya sudah diperkuat.

Dorong Penguatan Tata Kelola lewat OJK

Dony mengakui sektor asuransi menjadi salah satu industri yang membutuhkan penguatan tata kelola di Indonesia. Dalam sebulan terakhir, ia mengaku telah dua kali bertemu OJK untuk membahas berbagai isu yang dihadapi industri asuransi.

Pembahasan itu mencakup aspek tata kelola, potensi risiko, hingga peluang pertumbuhan perusahaan asuransi ke depan. Dony tidak merinci persoalan lain di luar kondisi keuangan, namun menegaskan fokus Danantara saat ini adalah mempercepat konsolidasi untuk memperkuat industri asuransi nasional.

"Kami lakukan pemetaan permasalahan yang ada di perusahaan asuransi BUMN. Harus diakui, bahwa perusahaan-perusahaan asuransi di BUMN menghadapi persoalan yang tidak sedikit," jelasnya.

Penutup: Konsolidasi 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga entitas menjadi salah satu langkah terbesar Danantara dalam menata ulang sektor keuangan pelat merah. Jika rampung sesuai jadwal, struktur industri asuransi nasional akan jauh lebih ringkas, dengan tata kelola dan pengawasan risiko yang diharapkan lebih kuat dari kondisi saat ini.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks