Pencarian

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Dorong Gorontalo Jadi Tuan Rumah Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Berikutnya

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:38:01 WIB
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Dorong Gorontalo Jadi Tuan Rumah Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Berikutnya
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong Gorontalo menjadi tuan rumah Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi berikutnya.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong Provinsi Gorontalo menjadi tuan rumah Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi pada penyelenggaraan berikutnya. Dukungan disampaikan menyusul pelaksanaan forum ke-II Tahun 2026 di Aceh pada 9-11 Oktober 2026. Usulan bertolak dari latar keislaman Gorontalo yang dikenal sebagai Serambi Madinah, berpasangan dengan Aceh sebagai Serambi Makkah.

GORONTALO — Dukungan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail agar Gorontalo menjadi tuan rumah Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi berikutnya disampaikan saat menerima audiensi Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf wilayah Gorontalo di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jumat (2/10). Gusnar tidak hadir langsung dalam forum di Aceh karena bersamaan dengan agenda kunjungan pemerintah pusat. Juru Bicara Gubernur Gorontalo David Radjak menyampaikan pesan tersebut kepada peserta asal Gorontalo yang mengikuti muzakarah.

Pesan Gusnar untuk Peserta Asal Gorontalo

David mengungkapkan bahwa Gusnar menitipkan pesan khusus kepada peserta asal Gorontalo yang hadir di Aceh. Pesan itu berisi dorongan agar forum internasional tersebut digelar di Gorontalo pada kesempatan berikutnya.

"Beliau berpesan kepada peserta asal Gorontalo, agar Muzakarah Internasional Ulama Sufi berikutnya bisa diselenggarakan di Gorontalo," ujar David.

Menurut David, Gusnar memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan muzakarah meski tidak dapat hadir secara langsung. Agenda kunjungan pemerintah pusat disebut menjadi alasan ketidakhadiran Gubernur di Aceh.

Alasan Gorontalo Dinilai Layak Jadi Tuan Rumah

Usulan Gorontalo sebagai lokasi penyelenggaraan berikutnya berkaitan dengan latar belakang keislaman kedua daerah. David menyebut Aceh dan Gorontalo sama-sama memiliki peran nilai keagamaan dalam tatanan budaya dan tradisi yang hidup di masyarakat.

"Aceh adalah Serambi Makkah, sedangkan Gorontalo adalah Serambi Madinah," tuturnya.

Penyebutan Serambi Madinah melekat pada Gorontalo karena sejarah penyebaran Islam yang kuat di wilayah tersebut. Nilai keagamaan itu tercermin dalam tradisi dan budaya masyarakat setempat hingga kini.

Muzakarah di Aceh Diikuti Ulama dari Sejumlah Negara

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi ke-II Tahun 2026 di Aceh dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Forum itu diikuti ulama serta peserta dari sejumlah daerah dan negara.

Pelaksanaan di Aceh menjadi ajang pertemuan ulama tauhid dan sufi dari berbagai wilayah. Gorontalo mengirim peserta yang turut ambil bagian dalam forum tersebut.

Dukungan Gusnar disampaikan melalui audiensi dengan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf wilayah Gorontalo. Pertemuan itu menjadi jalur penyampaian pesan Gubernur kepada peserta yang berangkat ke Aceh.

Langkah Selanjutnya

Usulan Gorontalo sebagai tuan rumah belum disertai kepastian jadwal maupun mekanisme penunjukan. Penyelenggaraan berikutnya masih bergantung pada kesepakatan forum dan pihak terkait.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan siap mendukung penuh jika penunjukan itu terealisasi. David menyebut potensi daerah menjadi pertimbangan utama dalam usulan tersebut.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks