GORONTALO — ASUS memperkenalkan ProArt GR1X, mini PC berbasis superchip NVIDIA RTX Spark yang diklaim mampu menjalankan game AAA di resolusi 1440p dengan 100 FPS. Perangkat berukuran 1,1 liter ini hanya menbutuhkan daya 140W, jauh lebih hemat dibanding PC gaming konvensional. Klaim tersebut menjadi daya tarik utama di segmen mini PC yang biasanya mengorbankan performa grafis.
Platform NVIDIA RTX Spark sebelumnya identik dengan laptop tipis berbasis ARM yang mengandalkan kemampuan AI. ASUS memilih jalur berbeda dengan menghadirkan superchip yang sama ke dalam format mini PC, menyasar segmen content creator dan pengembang AI yang juga ingin bermain game.
Spesifikasi Inti ProArt GR1X
Dilansir dari situs resmi ASUS, ProArt GR1X mengusung superchip RTX Spark yang menggabungkan CPU NVIDIA Grace 20 core dengan GPU berbasis arsitektur Blackwell berjumlah 6.144 core. Kombinasi ini menempatkan perangkat di kelas workstation ringkas, bukan sekadar PC kantoran.
ASUS menawarkan konfigurasi memori terpadu LPDDR5X sebesar 64GB hingga 128GB. Memori ini dapat dimanfaatkan CPU dan GPU secara bersamaan untuk menjalankan aplikasi AI serta pekerjaan kreatif seperti rendering dan editing video.
Klaim Gaming 1440p 100 FPS dan Konsumsi Daya 140W
Klaim performa 1440p 100 FPS menjadi salah satu daya tarik utama ProArt GR1X. Namun ASUS belum mengungkap judul game, pengaturan grafis, maupun tingkat upscaling yang digunakan untuk mencapai angka tersebut.
Dukungan teknologi NVIDIA seperti DLSS dan Multi Frame Generation menjadi modal perangkat ini. Multi Frame Generation menyisipkan frame tambahan hasil AI di antara frame rendering sehingga tampilan terasa lebih mulus. ASUS juga belum menjelaskan apakah klaim 100 FPS tersebut dicapai dengan bantuan teknologi ini.
Dari sisi konsumsi daya, permintaan 140W tergolong rendah untuk kelas GPU Blackwell. Angka tersebut merupakan batas daya yang tercantum di spesifikasi sistem, bukan jaminan konsumsi listrik selalu berada di angka yang sama dalam setiap kondisi.
Desain Ringkas dengan Pendingin Dua Kipas
Untuk menjaga temperatur komponen, ASUS membekali ProArt GR1X dengan dua kipas dan empat heat pipe. Sistem pendingin ini memungkinkan perangkat mempertahankan desain ringkas tanpa mengorbankan kebutuhan pendinginan saat menjalankan beban kerja berat.
Ukuran casingnya hanya 150 × 150 × 51 mm dengan volume sekitar 1,1 liter dan bobot 1,48 kg. Dimensi ini membuat GR1X jauh lebih kecil dibanding PC gaming desktop pada umumnya.
Posisi di Pasar Mini PC
Kehadiran ProArt GR1X menambah pilihan di segmen mini PC berperforma tinggi yang biasanya didominasi perangkat berbasis x86. Pendekatan ASUS menggabungkan efisiensi daya ala laptop ARM dengan tenaga GPU diskret, sesuatu yang belum banyak ditawarkan pesaing.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, langkah ini menunjukkan arah baru adopsi superchip NVIDIA di perangkat kompak. Segmen content creator dan pengembang AI lokal berpotensi menjadi pasar awal jika ASUS membawa perangkat ini ke Indonesia.
ASUS belum mengumumkan harga maupun jadwal ketersediaan ProArt GR1X di pasar global, termasuk Indonesia.