GORONTALO — Bayi berusia 28 hari di Surabaya meninggal setelah diduga dicekoki telur mentah oleh neneknya untuk menurunkan demam. Kondisi Alena memburuk drastis hingga dirawat di NICU RSUD Dr Soetomo, dan kasus ini jadi pengingat penting bagi setiap keluarga soal bahaya memberi makanan mentah pada bayi.
Kabar duka ini disampaikan tante korban melalui akun Threads @calistaarisha. Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Infeksi Serius di Saluran Pencernaan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan bahwa laporan medis mendeteksi peradangan serius pada organ dalam Alena. "Info yang kami dapat, terjadi infeksi serius di saluran pencernaan," jelas Emil kepada detikJatim.
Meski demikian, Emil menyerahkan sepenuhnya penafsiran keterkaitan antara pemberian telur mentah dan memburuknya kondisi Alena kepada tim ahli kedokteran. "Untuk keterkaitan dengan apa yang dikonsumsi, mohon kita serahkan ke tim medis terkait untuk memberi keterangan," katanya.
Mengapa Telur Mentah Berbahaya untuk Bayi
Bayi di bawah usia satu tahun memiliki sistem imun dan saluran cerna yang belum berkembang sempurna. Pemberian makanan mentah, termasuk telur, berisiko membawa bakteri seperti Salmonella yang bisa memicu infeksi serius.
Selain itu, putih telur mentah mengandung protein yang sulit dicerna bayi dan berpotensi memicu reaksi alergi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan MPASI diberikan dalam bentuk matang sempurna, dengan tekstur yang disesuaikan usia bayi.
Kapan Harus Segera ke Dokter
Demam pada bayi baru lahir tidak boleh dianggap ringan. Jika bayi berusia di bawah 3 bulan mengalami demam, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat alih-alih memberikan pengobatan rumahan tanpa konsultasi.
Waspadai juga tanda bahaya seperti lemas berlebihan, tidak mau menyusu, muntah terus-menerus, atau penurunan kesadaran. Semua gejala ini butuh penanganan medis segera.
Pentingnya Edukasi Keluarga Besar
Kasus Alena menunjukkan bahwa pengasuhan bayi sering melibatkan lebih dari sekadar orang tua. Nenek, kakek, atau kerabat yang ikut mengasuh perlu mendapat informasi yang sama soal larangan memberi makanan mentah pada bayi.
Emil menyatakan terus memberikan pendampingan psikologis kepada ibu kandung Alena. "Saya berkomunikasi langsung dengan ibunya," ujarnya.
Diskusikan aturan pemberian makan bayi dengan seluruh anggota keluarga sejak awal. Cara ini jauh lebih efektif mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.