GORONTALO — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi agenda tersebut usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). “Besok insyaallah Pak Presiden yang akan meresmikan groundbreaking Blok Masela,” ucapnya.
Meski demikian, Bahlil belum dapat memastikan apakah Kepala Negara akan hadir secara langsung di lokasi. Ia menyebut keputusan final masih menunggu arahan dari Menteri Sekretaris Negara atau Sekretaris Kabinet. “Nanti diputuskan lewat Mensesneg atau Seskab,” katanya.
Blok Abadi Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia. Proyek yang dikelola oleh Inpex Corporation bersama mitranya ini sempat mandek selama bertahun-tahun akibat berbagai hambatan investasi dan kajian teknis yang tak kunjung tuntas.
Bahlil menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan proyek tersebut agar kendala serupa tidak terulang. Ia mengklaim sejumlah tahapan krusial telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED). “Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tahu sama Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan,” ujarnya dalam keynote speech di acara Kajian Tengah Tahun INDEF, Kamis (25/6/2026).
Proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini direncanakan memasuki tahap konstruksi pada 2027. Bahlil menyebutkan target awal produksi gas dari blok tersebut dijadwalkan pada 2029 hingga 2030.
“Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa terproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia,” terang Bahlil. Produksi dari Blok Masela diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan gas dalam negeri.
Keberhasilan pengembangan Blok Masela dinilai krusial tidak hanya bagi pasokan gas bumi, tetapi juga bagi iklim investasi sektor hulu migas. Proyek ini selama bertahun-tahun menjadi simbol dari lambatnya realisasi investasi di Indonesia akibat tumpang tindih regulasi dan negosiasi yang berlarut.
Dengan dimulainya groundbreaking, pemerintah berharap sinyal positif ini dapat memulihkan kepercayaan investor asing. Blok Masela menyimpan cadangan gas yang diperkirakan mencapai miliaran kaki kubik, dan jika berjalan sesuai jadwal, akan menjadi salah satu sumber energi utama untuk industri dalam negeri maupun potensi ekspor.