Indika Energy Buka Suara soal Isu Divestasi Kideco, Kontribusi Anak Usaha Capai 72,8 Persen

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:26:31 WIB
Indika Energy menyatakan tidak akan menanggapi spekulasi pasar terkait isu divestasi anak usahanya, Kideco.

GORONTALO — Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Indika Energy menyatakan tidak akan menanggapi spekulasi pasar. "Perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," tulis manajemen INDY, Jumat (17/7).

Meski bungkam soal divestasi, Indika Energy justru membeberkan kontribusi besar Kideco terhadap keuangan konsolidasi perseroan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang belum diaudit, pendapatan konsolidasi INDY mencapai US$493,2 juta. Dari jumlah itu, pendapatan Kideco menyumbang US$377,4 juta atau setara 72,8 persen dari total pendapatan kotor.

Kideco Jadi Andalan Laba, Indika Energy Hanya Meraup US$7 Juta

Yang menarik, laba bersih konsolidasi Indika Energy tercatat hanya US$7 juta. Sementara itu, laba bersih Kideco justru jauh lebih besar, mencapai US$42,4 juta. Artinya, jika Kideco benar-benar dilepas, pendapatan dan laba Indika Energy bakal tergerus signifikan.

Manajemen INDY menolak menjawab skenario setelah divestasi, termasuk segmen usaha apa yang akan menggantikan kontribusi Kideco. "Perseroan tetap memegang prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta akan mengungkapkan setiap informasi material kepada publik," tegas manajemen.

Spekulasi Divestasi, Investor Menanti Kepastian

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari Indika Energy soal rencana penjualan Kideco. Valuasi di atas US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun (estimasi kurs Rp16.000) membuat isu ini menarik perhatian pasar. Investor pun menunggu langkah selanjutnya, apakah perusahaan benar-benar akan melepas aset batu bara andalannya atau tidak.

Dengan ketergantungan pendapatan yang sangat tinggi pada Kideco, keputusan divestasi tentu bukan perkara mudah. Indika Energy harus memastikan transisi bisnis berjalan mulus jika ingin mempertahankan kinerja keuangan tanpa Kideco.

Reporter: Fajar
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top