Pajero Sport GLS 2010 Bekas Mulai Rp150 Jutaan, Simak Tips Inspeksi Mesin 4D56

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 09:35:31 WIB
Mitsubishi Pajero Sport GLS 2010 dengan mesin 4D56 menjadi pilihan di pasar mobil bekas karena ketahanan mesin dieselnya.

GORONTALO — SUV ladder frame buatan Mitsubishi ini tetap menjadi incaran di pasar mobil bekas karena durabilitas mesin dieselnya. Pajero Sport GLS 2010 menggendong mesin 4D56 2.477 cc DOHC Common Rail dengan turbo intercooler, menghasilkan 136 PS di 3.500 rpm dan torsi puncak 448 Nm di 2.000 rpm. Karakter torsi besar membuatnya nyaman di tanjakan atau saat muatan penuh, baik dengan transmisi manual 5-percepatan maupun otomatis 4-percepatan INVECS II.

Dimensi panjang 4.695 mm, lebar 1.815 mm, dan ground clearance 215–218 mm menjadikannya andal untuk jalan bergelombang atau banjir ringan. Desain depan dengan gril menyatu headlamp dan air intake besar masih terlihat modern, meski lampu utama masih halogen. Kabin 7-penumpang dengan kombinasi hitam-krem dan aksen silver tetap nyaman dipandang, ditunjang head unit Double DIN yang mendukung AUX dan USB.

Harga Bekas dan Variasi Tipe

Berdasarkan data dari situs jual beli di wilayah DKI Jakarta, harga bervariasi tergantung tipe dan kondisi. Berikut kisaran yang beredar:

  • Mitsubishi Pajero Sport Exceed 4×2 A/T 2010: sekitar Rp190 juta
  • Mitsubishi Pajero Sport Exceed 4×4 A/T 2010: sekitar Rp230 juta

Angka ini bisa berbeda tergantung riwayat servis, kilometer, dan lokasi penjual. Harga termurah untuk varian GLS bisa didapat di angka Rp150 jutaan, namun kondisi unit harus dicek lebih teliti.

Fitur Keselamatan yang Masih Relevan

Di zamannya, Pajero Sport GLS 2010 sudah dibekali fitur keselamatan yang cukup lengkap. Dual SRS airbag, struktur RISE Body, immobilizer, parking sensor, serta ABS dan EBD menjadi standar. Kehadiran Limited Slip Differential (LSD) membantu traksi di medan licin, nilai plus untuk SUV yang kerap diajak off-road ringan.

Inspeksi Mesin 4D56 Sebelum Deal

Mesin 4D56 terkenal awet, tapi butuh perawatan rutin. Saat mengecek unit, pastikan mesin mudah hidup saat dingin, tidak mengeluarkan asap putih atau hitam berlebihan, dan tidak ada suara kasar tidak wajar. Periksa juga buku servis untuk melihat riwayat penggantian oli, filter solar, dan timing belt — komponen kritis pada mesin diesel.

Jangan lupa cek kaki-kaki dan suspensi. Karena sering dipakai perjalanan jauh, ball joint, tie rod, dan shock absorber rawan aus. Biaya perbaikan bisa membengkak jika banyak komponen perlu diganti. Lakukan test drive untuk merasakan perpindahan gigi, respons turbo, dan performa rem. Getaran atau bunyi aneh dari kaki-kaki atau kabin patut diwaspadai.

Jika belum berpengalaman, manfaatkan jasa inspeksi mobil bekas seperti MoInspeksi untuk pemeriksaan menyeluruh mulai mesin, transmisi, hingga riwayat tabrakan. Investasi ini lebih murah ketimbang biaya perbaikan tak terduga setelah transaksi.

Reporter: Sutomo
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top