GORONTALO — Bus pelayanan khusus pelaut atau seafarer’s union itu sudah beroperasi dan melayani antar-jemput di area pelabuhan. Rudi Hartono menjelaskan, keberadaan bus ini mempermudah mobilitas para pelaut yang kerap kesulitan mencari kendaraan menuju atau meninggalkan kapal.
"Bus pelayanan telah tersedia melayani pelaut di Pelabuhan Belawan, mempermudah pelaut melalui transportasi antar jemput," kata Rudi Hartono kepada media di Belawan, Jumat (24/7/2026).
Program transportasi gratis ini, menurut Rudi, sudah berjalan dengan baik berkat kolaborasi antara KSOP Utama Belawan dan Pelindo Regional I. Ia berharap layanan ini bisa berkesinambungan dan menjadi solusi permanen bagi kebutuhan transportasi para awak kapal.
Tak hanya soal transportasi, KPI Cabang Belawan juga menggandeng KSOP Utama Belawan dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta untuk mengadakan Diklat BST (Basic Safety Training) bagi pelaut. Pelatihan keselamatan dasar ini menjadi syarat wajib bagi calon pelaut Indonesia.
"Tujuan utamanya mempermudah calon pelaut Indonesia ikut Diklat di Kantor KSOP Utama Belawan," ucap Rudi.
Dengan adanya diklat yang difasilitasi langsung di kantor KSOP, para calon pelaut tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta atau kota lain untuk mengurus sertifikasi. Ini memangkas biaya dan waktu tempuh yang selama ini menjadi kendala.
Rudi Hartono berharap layanan bus gratis dan program diklat BST ini bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi seluruh pelaut yang beraktivitas di Pelabuhan Belawan.
"Semoga transportasi bus gratis yang disediakan untuk mempermudah pelayanan antar jemput pelaut dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat ke seluruh pelaut, khususnya di Pelabuhan Belawan," terangnya.
Langkah Pelindo Regional I dan KSOP ini menjadi contoh kolaborasi BUMN dengan regulator pelabuhan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar para pekerja laut. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan produktivitas dan kesejahteraan pelaut Indonesia di Pelabuhan Belawan semakin meningkat.