Cognition Akuisisi Poke, Gaya Ngobrol Santai AI Bakal Ditanamkan ke Devin

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:16:01 WIB

GORONTALO — Cognition, startup yang mengembangkan coding agent Devin, resmi mengakuisisi Poke — asisten AI yang bisa diajak ngobrol santai, pakai slang, dan bercanda — dalam kesepakatan bernilai "low nine figures". Langkah ini menandai pergeseran industri: cara AI berinteraksi dengan manusia mulai dianggap sama berharganya dengan model kecerdasan di baliknya.

Poke: Asisten AI yang Lebih dari Sekadar Tool

Poke memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan AI lewat iMessage, SMS, Telegram, atau WhatsApp. Alih-alih memberikan jawaban kaku, Poke merespons seperti teman — dengan humor, slang, dan gaya bicara yang akrab.

Dalam tiga bulan terakhir, pengguna Poke telah mengirim lebih dari 100 juta pesan. Meskipun digunakan ratusan ribu orang, Poke sebelumnya sulit menghasilkan untung karena biaya operasional yang mahal, menurut co-founder Poke Marvin von Hagen.

Kepribadian AI Jadi Nilai Jual Baru

"Anda pasti lebih suka rekan kerja yang punya kepribadian daripada yang seperti robot sepenuhnya," ujar Marvin von Hagen dalam wawancara dengan TechCrunch. "Rekan kerja yang juga software engineer bisa melontarkan lelucon. Itu menyenangkan."

Co-founder Cognition Scott Wu menambahkan, "Tim Poke telah membangun agen yang disukai orang: proaktif, mengenal Anda, dan asyik diajak bicara. Itulah cara kerja dengan Devin seharusnya." Wu dan co-founder Cognition Walden Yan sebelumnya adalah angel investor di Poke.

Rencana ke Depan: Devin Jadi Lebih Manusiawi, Poke Lebih Andal

Sampai akhir tahun, Poke belum akan berubah. Layanan tetap berjalan di platform Apple Messages for Business, di mana Poke menjadi agen AI pertama yang disetujui pada Juni lalu.

Namun tahun depan, Cognition bereksperimen menggabungkan kedua produk. Poke akan menggunakan model rekayasa perangkat lunak terbaru Cognition, SWE-1.7, untuk menangani tugas coding. Sebaliknya, kepribadian Poke akan ditanamkan ke Devin.

"Dalam jangka panjang, Poke bisa lebih andal mengorkestrasi berbagai tugas coding, sementara Devin bisa menjadi lebih seperti Poke," kata von Hagen. "Sekarang Devin hanya bisa mengerjakan satu pull request dalam satu waktu. Poke bisa membantu mengatur beberapa sesi Devin sekaligus, dan mengingat tugas antar sesi. Rekan kerja yang persisten itu bagus."

Belum ada kepastian apakah kedua produk akan sepenuhnya digabung. Namun orientasi ke arah itu sudah jelas: AI coding tak hanya perlu pintar, tapi juga enak diajak kerja sama.

Reporter: Sutomo
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top