Cherry XTRFY K63W Pro Review: Keyboard Gaming Compact Tipis Rp2,8 Juta dengan Mod Tap dan UWB

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 08:18:31 WIB

GORONTALO — Cherry XTRFY K63W Pro adalah keyboard gaming mekanis berukuran 70% yang mengutamakan portabilitas dan kenyamanan. Dengan bodi tipis setebal 30 mm dan bobot ringan, keyboard ini bisa digunakan tanpa wrist rest. Namun di balik desain minimalisnya, terdapat sejumlah keputusan berani — mulai dari sistem Mod Tap pada tombol panah hingga koneksi UWB — yang membuatnya terasa berbeda, meski tidak selalu lebih baik.

Desain Tipis dan Ringan dengan Kejutan Mod Tap

K63W Pro menggunakan sasis plastik yang terasa kokoh meski ringan. Yang paling mencolok adalah kelenturan (flex) pada pelat keyboard akibat gasket mount — terasa seperti papan loncatan saat ditekan, namun tetap stabil dan tidak mengganggu saat diketik atau digunakan untuk gaming.

Fitur paling unik ada pada tombol panah yang diperbesar. Setiap arah memiliki dua fungsi sekaligus: panah biasa dan tombol kontrol, shift, menu, dan Fn. Pengguna bisa beralih mode via pintasan Fn+M atau di software. Dalam mode gabungan, tekan singkat menghasilkan panah, tekan lama menghasilkan fungsi kedua. Sayangnya, waktu tahan (hold time) tidak bisa diatur, sehingga seringkali terasa lambat saat mengetik cepat.

Keycap low-profile dengan kemiringan ergonomis dan jarak antar-tombol yang lega membuat jari terasa nyaman. RGB backlighting cerah dan tembus dengan baik, meski legenda Fn pada deret fungsi cukup kecil. Ada satu tombol kosong di pojok kanan atas — ruang yang terbuang untuk kemungkinan tombol Home.

Performa Gaming dan Mengetik yang Solid

Keyboard ini menggunakan Cherry MX Low Profile 2.0, switch mekanis low-profile dengan travel yang lebih dalam dari yang terlihat. Titik actuation tetap dangkal, menyeimbangkan kecepatan dan toleransi mis-press. Space bar terasa lebih empuk dan memuaskan, terutama karena kemiringan keycap yang pas. Cocok untuk sesi gaming panjang maupun mengetik harian.

Namun, karena ukuran 70%, jangkauan ke tombol tepi seperti backspace dan enter mungkin agak meregang bagi yang terbiasa dengan layout penuh. Untuk posisi WASD, keyboard ini sangat nyaman dan stabil.

Koneksi UWB: Solusi atau Masalah?

Cherry mempromosikan Ultra-Wideband (UWB) sebagai teknologi nirkabel yang lebih tahan interferensi. Sayangnya, dongle UWB berbentuk balok besar yang dihubungkan via kabel USB justru memakan ruang meja dan mengurangi kepraktisan. Dalam pengujian, performa nirkabel tidak terasa berbeda dari keyboard gaming lain dengan dongle biasa. Ditambah lagi, tidak ada dukungan Bluetooth — sebuah kekurangan di kelas harga di atas $150.

Koneksi wired tetap menjadi opsi yang lebih stabil bagi gamer kompetitif.

Software Mengecewakan

Aplikasi pendamping Cherry Utility sangat terbatas. Fungsi remapping keyboard rumit — harus menekan tombol "create" untuk setiap tombol yang ingin diubah, dan layout tidak menampilkan hasil remapping. Lapisan Fn tidak bisa diedit. Hanya ada pengaturan polling rate dan SOCD (simultan input directional) tiga mode. Tidak ada penyesuaian performa signifikan seperti makro atau profil game.

Kesimpulan: Untuk Siapa Keyboard Ini?

Dengan harga Rp2,8 jutaan, Cherry XTRFY K63W Pro bersaing dengan Razer BlackWidow V4 Pro 75 (kustomisasi lebih kaya) dan Monsgeek FUN60 Ultra (lebih murah dengan switch analog). Keyboard ini paling cocok bagi pengguna yang menginginkan keyboard gaming compact dengan desain tipis, nyaman tanpa wrist rest, dan tertarik mencoba sistem dual-fungsi tombol panah. Namun jika Anda menginginkan software yang matang, koneksi Bluetooth, atau performa kustomisasi maksimal, ada opsi yang lebih baik.

Ketersediaan di Indonesia masih terbatas pada toko online tertentu. Pastikan mempertimbangkan kebutuhan Anda sebelum membeli.

Reporter: Sutomo
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top