Presiden Prancis Sebut Kebakaran Hutan Terparah Sejak PD II, 220 Ribu Jiwa Mengungsi

Penulis: Sutomo  •  Senin, 27 Juli 2026 | 00:16:01 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut kebakaran hutan di barat daya Prancis sebagai yang terparah sejak Perang Dunia II.

GORONTALO — Pernyataan Macron disampaikan saat kebakaran di barat daya Prancis terus meluas tak terkendali. "Negara ini tengah menghadapi jumlah kebakaran hutan tertinggi pada musim panas sejak akhir PD II," kata Macron dalam keterangan resmi yang dikutip media setempat.

Evakuasi Massal di Gironde Capai 220 Ribu Jiwa

Menurut laporan stasiun televisi BFMTV pada Minggu (26/7), otoritas Prefektur Gironde mencatat jumlah pengungsi telah mencapai sekitar 220 ribu orang. Angka itu naik drastis dari sehari sebelumnya ketika Perdana Menteri Sebastien Lecornu pada Sabtu (25/7) menyebut evakuasi masih sekitar 140 ribu jiwa.

Kebakaran besar di Gironde melanda daerah sekitar Teluk Arcachon, kawasan wisata populer di pesisir Atlantik. Total lahan yang terbakar mencapai 42 ribu hektare, setara dengan luas hampir 60 ribu lapangan sepak bola.

Gelombang Panas Ekstrem Perparah Bencana

Prancis, seperti banyak negara Eropa lainnya, tengah dilanda gelombang panas ekstrem sejak awal Juli. Suhu di beberapa wilayah menembus 40 derajat Celsius, menciptakan kondisi ideal bagi api menyebar cepat. Pemerintah setempat telah mengerahkan ribuan petugas pemadam kebakaran serta bantuan militer untuk mengendalikan api.

Kebakaran hutan ini disebut sebagai yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Rekor sebelumnya terjadi pada 2003, namun skala tahun ini jauh melampaui. Presiden Macron memastikan seluruh sumber daya negara dikerahkan untuk memadamkan api dan melindungi warga.

Dampak dan Respons Pemerintah

Proses evakuasi massal melibatkan warga dari puluhan kota dan desa di sekitar Gironde. Banyak dari mereka harus meninggalkan rumah dengan barang seadanya. Pemerintah Prancis menyediakan tempat penampungan sementara di kota-kota terdekat.

Hingga akhir pekan lalu, tim pemadam masih berupaya mengendalikan api yang terus merembet ke wilayah baru. Kondisi angin kering dan suhu tinggi diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Belum ada permintaan bantuan resmi ke negara lain, meskipun Macron menyerukan solidaritas internasional.

Reporter: Sutomo
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top