KABUPATEN GORONTALO — Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengumpulkan perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah secara virtual dari Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Senin (27/7/2026). Rapat ini membahas dampak musim kemarau yang mulai terasa di beberapa titik.
Bupati Sofyan mengungkapkan bahwa sejumlah desa sudah melaporkan penurunan ketersediaan air bersih. Lahan pertanian di beberapa wilayah juga terdampak akibat minimnya curah hujan.
“Kita perlu mengetahui kondisi riil di setiap wilayah agar langkah penanganan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Sofyan.
Sebelum rapat koordinasi digelar, Pemkab Gorontalo telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Motilango, Kecamatan Tibawa. Langkah ini menjadi respons awal terhadap laporan kekeringan yang masuk dari lapangan.
Pemerintah daerah mengantisipasi kemungkinan bertambahnya desa yang membutuhkan bantuan serupa. Jika musim kemarau terus berlangsung, distribusi air bersih akan diperluas ke wilayah-wilayah lain yang terdampak.
Selain memantau ketersediaan air bersih, pemerintah daerah juga meminta laporan perkembangan harga kebutuhan pokok dari setiap wilayah. Data ini akan menjadi dasar penyusunan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas pangan selama musim kemarau.
Bupati Sofyan menekankan pentingnya data akurat dari setiap kecamatan. Menurutnya, penanganan yang tepat sasaran hanya bisa dilakukan jika pemerintah memiliki gambaran utuh soal kondisi di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan terus memonitor perkembangan di setiap desa dan kecamatan. Langkah-langkah tambahan akan diambil berdasarkan laporan yang masuk, terutama terkait distribusi air bersih dan dukungan bagi sektor pertanian.
Pemkab juga menyiapkan skenario darurat jika musim kemarau berkepanjangan. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait terus diperkuat untuk memastikan respons cepat terhadap setiap laporan warga.