Pencarian

78 Desa Pesisir Gorontalo Utara Jadi Garda Terdepan Jaga Terumbu Karang, Legislator Minta Edukasi Berulang

Senin, 27 Juli 2026 • 19:38:01 WIB
78 Desa Pesisir Gorontalo Utara Jadi Garda Terdepan Jaga Terumbu Karang, Legislator Minta Edukasi Berulang
Edukasi berulang tentang ekosistem terumbu karang diberikan kepada masyarakat di 78 desa pesisir Gorontalo Utara.

GORONTALO — Ancaman terhadap ekosistem terumbu karang di perairan Gorontalo Utara tidak hanya datang dari aktivitas ilegal, tetapi juga kebiasaan sehari-hari masyarakat pesisir. Wakil Ketua I DPRD Gorontalo Utara Deisy Sandra Maryana Datau menekankan bahwa gerakan penyelamatan karang tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

"Menjaga kelestarian terumbu karang bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, harus dilakukan secara bersama-sama," kata Deisy di Gorontalo, Senin.

Edukasi Berulang untuk Tekan Kebiasaan Merusak

Deisy menyebut garis pantai daerahnya mencapai 317 kilometer, membentang dari timur ke barat. Dengan luasnya wilayah laut, penyebaran karang berada di titik-titik yang berbeda dan membutuhkan pengawasan kolektif.

"Edukasi perlu dilakukan berulang agar menjadi budaya bersama," ujarnya.

Pelaku olahraga selam Gorontalo Utara, Yasin Ali, mengamini pentingnya pendekatan edukatif. Menurutnya, masyarakat pesisir perlu memahami nilai ekonomi dan ekologis terumbu karang secara konkret.

"Apa sih nilai penting dan manfaatnya bagi penopang kehidupan masyarakat pesisir? Masyarakat perlu memahaminya," kata Yasin.

Jangkar Kapal Jadi Ancaman Nyata

Yasin membeberkan satu persoalan teknis yang kerap luput dari perhatian: aktivitas berlabuh kapal nelayan. Wilayah pantai utara Gorontalo Utara memiliki topografi landai dengan kedalaman bersusun, membuat kapal dan bagan mudah berlabuh menggunakan jangkar.

"Jangkar kalau tidak tertanam dengan baik, tentu tidak bisa menahan kapal dari dorongan arus. Kebanyakan kapal nelayan berlabuh di atas kawasan terumbu karang yang berdampak merusak," jelasnya.

Kerusakan juga dipicu pencemaran limbah darat yang mengalir ke sungai, lalu ke pantai dan laut. Yasin menegaskan bahwa rusaknya karang berarti menjauhkan ikan dari pesisir.

"Semakin rusak karang, semakin jauh nelayan melaut karena karang adalah rumah ikan. Tentu kelestarian karang perlu dijaga dengan baik," katanya.

Masyarakat Pesisir Garda Terdepan

Yasin menekankan bahwa komunitas selam tidak akan mampu bekerja sendiri. Dari 123 desa di 11 kecamatan, 78 desa merupakan desa pesisir yang warganya menggantungkan hidup pada laut.

"Seberapa kuatnya suatu komunitas, pasti tidak akan mampu melakukan gerakan ini sendiri. Yang terpenting dan berkompeten adalah masyarakat itu sendiri di setiap wilayah pesisir," ujarnya.

Deisy berharap instansi teknis Pemkab Gorontalo Utara bisa menjadikan edukasi lingkungan sebagai program prioritas. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci agar 317 kilometer garis pantai tidak kehilangan fungsi ekologisnya.

Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks