KRI Gadjah Mada Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:45:31 WIB
KRI Gadjah Mada bertolak dari Italia menuju Indonesia setelah menjalani proses alih wahana dari Angkatan Laut Italia.

GORONTALO — Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan kapal induk KRI Gadjah Mada telah bertolak dari Italia menuju Indonesia. Kapal yang masih bernama ITS Garibaldi dan berbendera Italia itu akan berganti nama begitu tiba di tanah air.

"Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," ujar Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit di Jakarta Timur, Senin (24/8/2026).

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," tegas Ali.

Warisan Kapal Induk Italia yang Sudah Diupgrade di Taranto

ITS Giuseppe Garibaldi bukan kapal sembarangan. Kapal ini merupakan kapal dek penerbangan pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia, diluncurkan pada 4 Juni 1983. Sebelum diserahkan ke Indonesia, kapal ini menjalani upgrade besar-besaran di Taranto, Italia.

Dengan desain STOVL (Short Take-Off Vertical Landing), kapal ini dirancang untuk operasi lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal. Meski membatasi jenis pesawat yang bisa diangkut, Garibaldi tetap mampu membawa berbagai helikopter untuk misi serbu.

Mesin COGAG dengan Empat Turbin Gas: Tenaga 82.000 shp

Sistem penggerak KRI Gadjah Mada mengandalkan konfigurasi COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) yang dibagi dalam dua ruang mesin terpisah demi faktor keselamatan. Kapal ini mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 km/jam.

  • 4 Turbin Gas General Electric/Avio LM2500: menghasilkan daya total 82.000 shp untuk memutar dua poros baling-baling, dengan jangkauan operasional 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot.
  • 6 Generator Diesel Grand Motori Trieste B230/12: memasok listrik cadangan untuk seluruh sistem radar, navigasi, dan instrumen kapal melalui konsol terintegrasi SEPA 7614.

Persenjataan Lengkap: Rudal Aspide, CIWS, hingga Torpedo

Sebagai kapal yang mewarisi karakteristik kapal penjelajah, KRI Gadjah Mada punya sistem pertahanan diri yang tergolong kuat. Perlindungan berlapis disiapkan untuk menghadapi ancaman dari udara, permukaan, hingga bawah air.

  • Pertahanan udara: dua peluncur rudal delapan sel Selenia 'Albatros' yang menampung 48 rudal Aspide untuk menangkal ancaman jarak menengah.
  • Sistem pertahanan titik (CIWS): tiga meriam ganda Breda 40mm/70 terintegrasi dengan sistem Dardo, jangkauan tembak hingga 4 km terhadap sasaran udara.
  • Anti-kapal selam: dua tabung peluncur torpedo tiga laras ILAS-3 kaliber 324mm yang memakai torpedo ringan Mk 46 atau A-244.

Menariknya, delapan peluncur rudal anti-kapal OTOMAT MK-2 yang awalnya terpasang di buritan telah dilepas pada 2003. Langkah ini dilakukan untuk memperluas geladak penerbangan kapal.

Kapasitas Kru Hingga 600 Pasukan Tambahan

KRI Gadjah Mada dirancang untuk membawa kru dalam jumlah besar. Kapal ini menampung sekitar 600 kru inti, 230 personel grup udara, dan 100 personel komando. Dalam kondisi tertentu, kapal bisa mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan.

Kehadiran kapal induk pertama ini menandai babak baru kemampuan maritim Indonesia. Dengan kombinasi sistem penggerak gas turbine dan persenjataan lengkap, KRI Gadjah Mada siap memperkuat armada tempur TNI AL di kawasan.

Reporter: Sutomo
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top