GORONTALO — Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan kapal induk KRI Gadjah Mada telah bertolak dari Italia menuju Indonesia. Kapal yang masih bernama ITS Garibaldi dan berbendera Italia itu akan berganti nama begitu tiba di tanah air.
"Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," ujar Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit di Jakarta Timur, Senin (24/8/2026).
"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," tegas Ali.
ITS Giuseppe Garibaldi bukan kapal sembarangan. Kapal ini merupakan kapal dek penerbangan pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia, diluncurkan pada 4 Juni 1983. Sebelum diserahkan ke Indonesia, kapal ini menjalani upgrade besar-besaran di Taranto, Italia.
Dengan desain STOVL (Short Take-Off Vertical Landing), kapal ini dirancang untuk operasi lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal. Meski membatasi jenis pesawat yang bisa diangkut, Garibaldi tetap mampu membawa berbagai helikopter untuk misi serbu.
Sistem penggerak KRI Gadjah Mada mengandalkan konfigurasi COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) yang dibagi dalam dua ruang mesin terpisah demi faktor keselamatan. Kapal ini mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 km/jam.
Sebagai kapal yang mewarisi karakteristik kapal penjelajah, KRI Gadjah Mada punya sistem pertahanan diri yang tergolong kuat. Perlindungan berlapis disiapkan untuk menghadapi ancaman dari udara, permukaan, hingga bawah air.
Menariknya, delapan peluncur rudal anti-kapal OTOMAT MK-2 yang awalnya terpasang di buritan telah dilepas pada 2003. Langkah ini dilakukan untuk memperluas geladak penerbangan kapal.
KRI Gadjah Mada dirancang untuk membawa kru dalam jumlah besar. Kapal ini menampung sekitar 600 kru inti, 230 personel grup udara, dan 100 personel komando. Dalam kondisi tertentu, kapal bisa mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan.
Kehadiran kapal induk pertama ini menandai babak baru kemampuan maritim Indonesia. Dengan kombinasi sistem penggerak gas turbine dan persenjataan lengkap, KRI Gadjah Mada siap memperkuat armada tempur TNI AL di kawasan.