Pedagang di Lapak Aisyah, Gorontalo, menaikkan harga telur campur menjadi Rp 56 ribu per bak, menyusul lonjakan permintaan untuk tradisi walima dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. Kenaikan ini terjadi karena pasokan dari kandang tidak mampu langsung menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang meningkat tajam.
GORONTALO — Harga telur campur di tingkat pedagang Gorontalo mengalami kenaikan signifikan. Putri Hasan, pedagang telur pada Lapak Aisyah, menyebut harga kini mencapai Rp 56 ribu per bak, naik dari posisi normal Rp 41 ribu hingga Rp 50 ribu per bak.
Lonjakan harga ini berbarengan dengan meningkatnya kebutuhan telur untuk tradisi keagamaan. Kata Putri, permintaan harian bisa mencapai 400 bak saat ada acara keagamaan besar, sementara di hari biasa hanya berkisar 50 sampai 80 bak.
Pemicu utama kenaikan adalah pelaksanaan tradisi walima dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang digelar dalam jangka 25-31 September ini mendorong pedagang dan masyarakat untuk menyerap telur dalam jumlah besar.
“Kalau ada acara keagamaan, penjualan bisa sampai 400 bak per hari. Kalau hari biasa sekitar 50 sampai 80 bak,” kata Putri, Selasa.
Telur campur merupakan telur ayam yang dalam satu baknya berisi berbagai ukuran tanpa disortir. Kondisi ini justru diuntungkan oleh pedagang yang membeli untuk dijual kembali.
“Biasanya pedagang mengambil 50 sampai 100 bak. Kalau telur campur lebih menguntungkan karena bisa dijual kembali sesuai ukurannya,” ujarnya.
Dengan menyortir ukuran besar dan kecil, pengecer bisa mematok harga berbeda. Hal ini membuat telur campur lebih laku dibanding telur yang sudah diseragamkan ukurannya.
Lapak Aisyah memasok telur ayam lokal secara partai dan eceran. Sebagian besar pasokan berasal dari kandang milik sendiri di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo.
Harga jual di lapak mengacu pada harga di tingkat kandang. Distribusi telur dilakukan ke Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo dengan dukungan lima unit kendaraan canvass.
Putri memperkirakan harga telur masih berpotensi naik menjelang akhir tahun jika permintaan kembali meningkat. Ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan agar lonjakan kebutuhan tidak semakin mendorong kenaikan harga di tingkat perdagangan.