GORONTALO — Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Warga yang mendengar keributan langsung bergegas menuju lokasi dan menemukan SI sudah tergeletak dengan luka parah di bagian kepala. Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa, dengan darah menggenang di sekitarnya.
MF, terduga pelaku yang masih berada di sekitar lokasi kejadian, langsung diamankan oleh warga yang geram. Tak berselang lama, aparat kepolisian tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengambil alih penanganan kasus ini.
Rifan, salah seorang tetangga korban, menuturkan bahwa luka di kepala SI diduga kuat akibat hantaman benda keras. Dari keterangan yang dihimpun di lokasi, benda yang digunakan adalah paving block atau blok beton untuk jalan.
"Dipukul dengan paving di bagian kepala. Dan korban meninggal di tempat dan langsung dibawa ke puskesmas," kata Rifan kepada iNews Bojonegoro.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Kanor masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Belum ada keterangan resmi mengenai motif di balik aksi brutal anak terhadap ibu kandungnya tersebut.
Peristiwa ini sontak membuat geger warga Desa Bungur. Suasana duka dan trauma menyelimuti lingkungan sekitar rumah korban. Jenazah SI telah dibawa ke puskesmas setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
MF kini telah diamankan di Mapolsek Kanor untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami pemeriksaan untuk mengungkap latar belakang kejadian tragis ini. Dugaan sementara, peristiwa ini murni tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Kasus ini menjadi pengingat kelam akan rentannya perlindungan terhadap lansia di lingkungan keluarga. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat atau mengalami indikasi kekerasan dalam rumah tangga, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.