GORONTALO — Kritik yang dilontarkan Fraksi Partai Golkar soal kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail justru mendapat respons menohok dari Partai Demokrat. Ketua Satgas DPD Partai Demokrat Gorontalo, Helmi Rasid, menyebut penilaian semacam itu adalah hak politik setiap pihak, namun yang paling berhak menilai kinerja kepala daerah tetaplah masyarakat.
Menurut Helmi, berbagai isu politik yang belakangan berkembang tidak akan mengganggu konsentrasi pemerintahan daerah dalam memberikan pelayanan publik. Ia memastikan program pembangunan yang menyentuh kepentingan warga tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau ada anggapan seperti itu, tidak menjadi masalah. Itu hak mereka untuk menilai. Yang terpenting, kerja-kerja Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini terus berjalan dan langsung menyentuh masyarakat. Biarlah masyarakat sendiri yang menilai,” kata Helmi dalam keterangannya, kemarin.
Helmi menyoroti adanya kejanggalan dalam pernyataan Fraksi Partai Golkar tersebut. Ia mengingatkan bahwa Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo. Secara struktural, Idah merupakan bagian tak terpisahkan dari pemerintahan yang tengah dipimpin oleh Gusnar Ismail.
“Ketika Gusnar Ismail dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat, perlu diingat bahwa Ketua DPD I Golkar adalah Wakil Gubernur Gorontalo yang berpasangan dengan Gusnar Ismail. Keduanya merupakan satu paket dalam pemerintahan,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi catatan penting, sebab kritik yang dilayangkan internal partai pengusung justru berpotensi menyerang kadernya sendiri yang duduk di kursi pemerintahan.
Mantan wartawan itu menilai isu mengenai hubungan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah perlu disikapi secara proporsional. Perbedaan pandangan politik yang terjadi di tingkat partai, menurutnya, tidak seharusnya berdampak pada soliditas keduanya dalam menjalankan amanah masyarakat.
“Intinya, biarlah rakyat yang menilai. Apakah Gubernur Gorontalo bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat atau tidak. Apa pun isu dan pernyataan yang berkembang, Gusnar–Idah tetap fokus bekerja,” tegasnya.
Helmi berharap seluruh pihak, termasuk elite politik di daerah, dapat menjaga kondusivitas pemerintahan. Fokus utama saat ini adalah memastikan program-program strategis daerah berjalan efektif hingga akhir masa jabatan.