Presiden Iran: Kondisi Ekonomi Terburuk dalam Perang Sanksi, Proyek Pembangunan Terus Berjalan

Penulis: Yasir  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:27:02 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan mengenai kondisi ekonomi negara di tengah sanksi internasional.
Ekonomi Terburuk dalam Perang Sanksi, Proyek Pembangunan Terus Berjalan LEAD: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran berada dalam kondisi terburuk perang ekonomi akibat sanksi asing. Meski demikian, ia menegaskan proyek pembangunan tetap berjalan di tengah tekanan internasional yang menargetkan sektor minyak dan keuangan negara. ISI:

ISTANBUL — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui negaranya tengah menghadapi tekanan ekonomi paling berat akibat sanksi internasional. Namun, ia menegaskan roda pembangunan tidak berhenti dan justru berjalan di tengah situasi sulit.

“Meskipun kita sedang menghadapi kondisi terburuk dalam perang ekonomi, semua orang melihat perang rudal, tetapi mungkin tidak semua orang melihat tekanan ekonomi. Meski demikian, pekerjaan terus berjalan, dan hal ini patut diapresiasi,” kata Pezeshkian, dikutip Iranian Students’ News Agency (ISNA), Selasa (25/2/2025).

Proyek Tetap Jalan di Tengah Sanksi

Pezeshkian mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam penyelesaian proyek pembangunan. Menurutnya, pencapaian itu menjadi sangat berarti karena dikerjakan di bawah tekanan dan konflik yang sedang dihadapi Iran.

“Mungkin dalam kondisi normal kita tidak akan mampu mencapai sebanyak ini,” ucapnya.

Kunci Pemulihan: Dukungan Rakyat dan Partisipasi Swasta

Presiden Iran itu meyakini hasil yang lebih baik dapat diraih jika didukung masyarakat dan keterlibatan sektor usaha. Ia menyoroti pentingnya akuntabilitas pejabat serta partisipasi investor untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Saya yakin kita dapat bekerja jauh lebih baik. Dengan solidaritas dan dukungan rakyat, akuntabilitas para pejabat, serta partisipasi sektor swasta dan investor, kita dapat dengan cepat mengatasi berbagai persoalan negara,” tambahnya.

Kampanye Tekanan Maksimum AS

Tekanan ekonomi yang dimaksud Pezeshkian berakar pada kebijakan Amerika Serikat yang menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Sejak 2018, Washington memberlakukan kembali sanksi melalui kampanye yang disebut “tekanan maksimum”.

Langkah itu diperluas dengan menargetkan ekspor minyak Iran, sektor keuangan, serta jaringan perdagangan internasional. Sanksi tersebut membuat Teheran kesulitan mengakses pasar global dan sistem perbankan dunia.

Reporter: Yasir
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top