GORONTALO — Kapal cepat yang membawa 11 wisatawan asing dan dua awak hilang kontak saat melintasi perairan menuju Pohuwato. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Ditpolairud Polda Gorontalo, dan Polres Pohuwato.
Operasi SAR Fokus di Teluk Tomini
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, mengatakan tim gabungan telah menyisir sejumlah titik di perairan Teluk Tomini hingga wilayah perairan Pohuwato. Kapal SAR, perahu karet, dan pemantauan udara dikerahkan, namun cuaca menjadi faktor penghambat.
"Pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur dengan mempertimbangkan keselamatan personel di lapangan," ujar Heriyanto. Hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun seluruh penumpang.
Imigrasi: 11 WNA Tak Tercatat di Sistem, Bukan Berarti Ilegal
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non-TPI Pohuwato, Budi Mangantjo, menyatakan pihaknya telah melakukan penelusuran data perlintasan setelah menerima laporan hilangnya speedboat tersebut.
"Hasil pengecekan pada sistem keimigrasian menunjukkan belum ada data yang mencatat ke-11 WNA tersebut masuk ke Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)," kata Budi.
Meski demikian, Budi menegaskan belum tercatatnya mereka di sistem bukan berarti dipastikan masuk secara ilegal. Proses penyelidikan masih berlangsung, aparat menelusuri kemungkinan jalur keberangkatan dan rute pelayaran yang digunakan sebelum kapal dilaporkan hilang.
Koordinasi Lintas Instansi Masih Berjalan
Kantor Imigrasi terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, Basarnas, TNI AL, Ditpolairud Polda Gorontalo, dan Polres Pohuwato untuk memastikan identitas serta status keimigrasian para WNA tersebut.
Pihak imigrasi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait status para WNA dan menunggu hasil resmi dari proses pencarian serta investigasi. "Seluruh perkembangan akan disampaikan secara terbuka setelah diperoleh data dan fakta yang valid," pungkas Budi.