Atip Latipulhayat Resmikan Revitalisasi 30 Sekolah di Gorontalo Lewat Swakelola

Penulis: Redaksi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 16:37:01 WIB

GORONTALO — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan hasil revitalisasi 30 satuan pendidikan di berbagai jenjang di Provinsi Gorontalo, Kamis (30/4/2026). Proyek ini menyasar perbaikan infrastruktur sekolah yang selama ini terbengkalai guna menciptakan ruang belajar yang lebih layak.

Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran Forkopimda. Langkah ini merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia melalui perbaikan sarana fisik pendidikan secara masif.

Skema Swakelola Libatkan Masyarakat dan Gerakkan Ekonomi Lokal

Berbeda dengan proyek konstruksi konvensional, revitalisasi kali ini menerapkan pendekatan swakelola. Pemerintah memberikan mandat langsung kepada pihak sekolah untuk mengelola anggaran dan proses pembangunan. Kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab utama dalam memastikan kualitas bangunan sesuai standar yang ditetapkan.

Model ini sengaja dipilih untuk menumbuhkan rasa memiliki di kalangan warga sekolah. Selain itu, pengerjaan proyek melibatkan masyarakat sekitar, mulai dari tenaga kerja hingga penyediaan material bangunan dari vendor lokal. Atip menilai pola ini efektif untuk menggerakkan ekonomi di sekitar lingkungan sekolah.

“Ketika sekolah dan masyarakat terlibat, ada tanggung jawab bersama untuk menjaga hasilnya,” ujar Atip Latipulhayat dalam keterangan tertulisnya.

Atip Soroti Kondisi Toilet dan Atap Bocor di Sekolah

Dalam kunjungannya, Wamendikdasmen menegaskan bahwa pemerintah tengah memetakan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat. Fokus utama perbaikan meliputi penggantian atap yang bocor, pengecatan ulang dinding yang kusam, hingga penyediaan fasilitas sanitasi yang selama ini sering terabaikan.

“Masih banyak sekolah dengan kondisi cat memudar, atap bocor, toilet tidak layak, hingga ruang kelas yang kurang mendukung proses belajar. Ini yang sedang kita benahi secara bertahap dan masif,” tegas Atip.

Ia menambahkan bahwa toilet menjadi indikator penting kesehatan lingkungan sekolah. Pemerintah menargetkan ribuan sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), selesai direvitalisasi pada akhir 2026 dengan dukungan anggaran yang terus ditingkatkan.

Perubahan Signifikan di SMP Negeri 4 Telaga

Dampak nyata program ini mulai dirasakan di SMP Negeri 4 Telaga. Kepala Sekolah Aysa Utiarahman memaparkan bahwa sekolahnya kini memiliki laboratorium komputer, laboratorium IPA, serta sistem sanitasi yang jauh lebih baik. Sebelumnya, keterbatasan fasilitas memaksa siswa mencari alternatif di luar sekolah.

“Sebelumnya, toilet hanya tersedia untuk guru dan siswa harus menumpang ke rumah warga. Sekarang sudah tersedia fasilitas yang lebih layak sehingga lebih aman dan nyaman,” ungkap Aysa.

Ismail Husein, siswa kelas VIII di sekolah tersebut, mengaku lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Ia bercerita bagaimana kondisi kelasnya dulu sangat memprihatinkan dengan dinding yang retak dan berlubang.

“Dulu dinding kelas retak dan berlubang, sekarang sudah rapi. Kami jadi lebih fokus belajar,” kata Ismail.

Dorong Partisipasi Publik untuk Perawatan Fasilitas

Pemerintah kini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaporkan sekolah yang membutuhkan bantuan renovasi. Atip menekankan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan komitmen perawatan jangka panjang dari pihak sekolah dan orang tua murid.

“Sekolah yang baik bukan hanya dibangun, tetapi juga dirawat bersama,” ucapnya menutup pernyataan.

Meski sebagian besar fasilitas utama telah terpenuhi, sejumlah sekolah di Gorontalo masih mengharapkan adanya tambahan fasilitas penunjang. Kebutuhan akan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan yang representatif menjadi target selanjutnya dalam sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Reporter: Redaksi
Back to top