GORONTALO — Polda Gorontalo kembali menggelar tahap Pemeriksaan Mental Kepribadian (PMK) dalam rangkaian seleksi penerimaan Calon Taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Proses seleksi yang berlangsung di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo pada Senin (11/05/2026) itu dipantau langsung oleh Kabid Propam Polda Gorontalo, Kombes Pol. Ari Kartika Bhakti.
Kehadiran perwira menengah di jajaran Propam itu bukan sekadar seremonial. Kombes Ari Kartika melakukan pengawasan melekat untuk memastikan seluruh tahapan berjalan objektif, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku tanpa celah kecurangan.
Menurut Kombes Ari, pengawasan ini merupakan bentuk komitmen Polda Gorontalo mewujudkan seleksi yang bersih dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa setiap peserta harus mendapat kesempatan yang sama tanpa praktik curang atau pelanggaran.
“Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis, sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Tahap PMK merupakan salah satu bagian paling penting dalam proses penerimaan Taruna/i Akpol. Berbeda dengan tes akademik atau fisik yang terukur, PMK bertujuan menilai aspek kepribadian, mental, dan karakter peserta sebagai calon pemimpin Polri di masa mendatang.
Penilaian ini mencakup stabilitas emosi, integritas, serta kemampuan mengambil keputusan dalam tekanan. Hasilnya akan menjadi salah satu faktor penentu kelulusan peserta ke tahap seleksi berikutnya.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian tahap PMK Calon Taruna/i Akpol 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Polda Gorontalo memastikan profesionalisme tetap dijunjung tinggi dalam setiap proses seleksi penerimaan Polri.
Dengan pengawasan ketat dari Propam, diharapkan tidak ada celah bagi praktik percaloan atau manipulasi nilai yang kerap menghantui seleksi aparat negara. Polda Gorontalo juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang mencurigai adanya pelanggaran.