BONE BOLANGO — Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama perusahaan tambang PT Gorontalo Minerals menandatangani dokumen komitmen bersama untuk memastikan target produksi perdana tidak molor dari jadwal. Penandatanganan dilakukan dalam rapat besar realisasi investasi di Ruang Huyula, Kantor Gubernur Gorontalo, Selasa (5/5/2026), yang dihadiri Gubernur Gusnar Ismail dan Bupati Bone Bolango Ismet Mile.
Proyek utama yang menjadi penentu seluruh rangkaian produksi adalah Motomboto 2000 TPD, sebuah fasilitas pengolahan bijih oksida. Metode yang digunakan adalah Heap Leach Process (HLP), yang dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan pengolahan bijih sulfida. Bijih oksida ini akan diambil dari dua domain mineralisasi utama, yakni Motomboto North dan Motomboto East.
Manager PT Gorontalo Mineral, Didik B Hatmoko, memaparkan bahwa bijih oksida memiliki tantangan metalurgi dan lingkungan yang lebih ringan. "Kami memilihnya sebagai komoditas pertama yang akan diproses saat operasi dimulai," ujarnya dalam forum tersebut.
Pembangunan komponen utama processing plant—seperti Leach Pads, fasilitas Ore Preparation, ADR Plant, dan sistem kolam—sudah masuk jadwal konstruksi aktif sejak pertengahan 2026. Seluruh komponen dibangun secara paralel untuk menghemat waktu dan menghindari keterlambatan yang bisa menggeser target.
"Kami tidak bisa memundurkan satu pun tahapan karena semuanya saling bergantung. Target produksi Juni 2027 adalah garis finish yang sudah kami tetapkan dengan penuh perhitungan," tegas Didik di hadapan gubernur dan bupati.
Kawasan tambang telah dilengkapi infrastruktur jalan hauling sepanjang 33 kilometer yang menghubungkan area penambangan dengan fasilitas pengolahan. Selain itu, perusahaan juga membangun kompleks perkantoran Tombulilato, Camp Sungai Mak, laboratorium geologi, mess hall, masjid, serta jembatan-jembatan permanen.
"Kami membangun bukan hanya tambang, tetapi sebuah ekosistem operasional yang lengkap dan berkelanjutan," kata Didik menjelaskan strategi konstruksi perusahaan.
Rencana produksi menunjukkan trajektori yang ambisius. Pada tahun pertama (2027), perusahaan menargetkan penambangan ore sebesar 68.305 ton sebagai tahap pembukaan. Angka itu melonjak menjadi 366.097 ton pada 2028, lalu 370.856 ton pada 2029, dan mencapai puncaknya 405.542 ton pada 2030. Secara total, proyek Motomboto ditargetkan menghasilkan 1.583.952 ton ore hingga 2031, dengan volume penambangan keseluruhan mencapai 18 juta ton material.
Gubernur Gusnar Ismail menekankan target Juni 2027 harus dijaga dengan segala upaya dan tidak boleh bergeser. Sementara Bupati Bone Bolango Ismet Mile menyatakan kesiapan pemerintah kabupaten membentuk Satuan Tugas khusus yang akan menangani hambatan lapangan secara cepat dan terkoordinasi. Ketiga pihak kemudian menandatangani dokumen komitmen bersama sebagai bukti keseriusan mewujudkan era pertambangan modern di Provinsi Gorontalo.