Kemenhaj Siagakan 1.356 Petugas Satgas Mina dan Mobile Crisis Rescue di Jamarat untuk Antisipasi Kepadatan Jamaah Haji

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:30 WIB
Kemenhaj siagakan 1.356 petugas Satgas Mina dan Mobile Crisis Rescue di Jamarat untuk antisipasi kepadatan jamaah haji.

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak hanya mengandalkan tenda dan posko biasa. Di kawasan Jamarat, Mina, mereka menyiagakan tim Mobile Crisis Rescue (MCR) yang dirancang khusus untuk merespons situasi darurat secara cepat.

Apa Itu Mobile Crisis Rescue dan di Mana Posisinya?

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa MCR adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jamaah selama puncak ibadah haji.

Posko MCR ditempatkan di titik-titik strategis di area Jamarat dan rute perlintasan jamaah. Penempatan ini dilakukan agar petugas dapat memantau situasi secara langsung dan merespons cepat kondisi darurat.

1.356 Petugas Disiagakan, Bukan Hanya di Tenda

Untuk memperkuat layanan selama fase Mina, Kemenhaj menyiagakan 1.356 petugas Satgas Mina. Mereka tidak hanya berada di tenda-tenda jamaah, tetapi juga disiagakan di jalur pergerakan, pos pantau, dan titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan.

“Setiap jamaah yang membutuhkan bantuan harus bisa segera ditangani,” tegas Maria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Jadwal Lontar dan Larangan Memaksakan Diri

Sejak 11 Dzulhijjah 1447 Hijriah, jamaah haji Indonesia mulai melaksanakan lontar tiga jamarah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Kemenhaj mengimbau jamaah untuk mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan bagi masing-masing kloter dan tidak melaksanakan lontar di luar jadwal resmi.

Maria kembali mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri dan tidak berangkat sendiri menuju Jamarat. Seluruh pergerakan harus dilakukan secara berkelompok, didampingi petugas, serta mengikuti arahan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, sektor, dan pembimbing ibadah.

Waspada Cuaca Panas dan Waktu Larangan

Jamaah juga diminta memperhatikan waktu larangan melontar, terutama untuk menghindari paparan cuaca panas dan potensi kepadatan di kawasan Jamarat. Pada waktu larangan, jamaah diminta tetap berada di tenda, menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air putih, dan menunggu arahan petugas.

Keberadaan MCR menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj memastikan setiap situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, tertib, ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan.

Reporter: Sutomo
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top